Edukasi News
Beranda » Blog » Contoh Nasakah Skripsi

Contoh Nasakah Skripsi

Skripsi. Sumber: Uinsu

Abstrak

     Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Pariwisata mempunyai peranan penting dalam pembagunan ekonomi diberbagai negara. Banyak negara menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam memperoleh devisa, lapangan kerja, maupun pengentasan kemiskinan. Keberadaan objek wisata dapat menjadi kesempatan kerja yang cukup menjanjikan dalam kegiatan ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berada disekitar objek wisata, seperti yang menjadi objek penelitian penulis yaitu Wisata Alam Sumber Agung. 

 

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian lapangan (Field Research) dan penelitian kepustakaan (Library Research) sedangkan sifat penelitiannya adalah deskriptif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan memaparkan masalah untuk memberikan pemecahan masalah.

Pengembangan pariwisata alam yang dimiliki oleh Desa Sumber Agung selama ini sudah dikembangkan dan dikelola secara baik dan tempat dan fasilitas sudah lumyan bagus dan hampir lengkap contohnya awalnya orang tidak tau sumber agung di karenakan wisata ini banyak yang tau dan jalannya sudah ada perbaikan walaupun ada dampak negative dan posifif dan segi keramaian bisa di gunakan meningkatkan pendapatan akan tetapi banyak sampah , tetapi pemanfaatan sumber daya alam yang ada secara keseluruhan belum dikelola secara maksimal. Masyarakat belum betul betul bisa manfaatkan pariwisata tersebut dan masih enak bekerja jadi para petani Desa Sumber Agung Kemiling Kota Bandar Lampung dan Keberadaan objek wisata Alam Sumber Agung memberikan kontribusi yang cukup besar sebagai alat penyerap tenaga kerja dan penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan membuat masyarakat berinovasi dalam membuat usaha kecil untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Kegiatan usaha yang dilakukan oleh masayrakat sekitar wisata Alam Sumber Agung sudah sesuai dengan teori ekonomi islam yaitu kegiatan ijarah yang artinya sewa yang memberikan pelayanan jasa kepada pengunjung untuk mendapatkan berupa manfaat, kesenangan dan kenyamanan dalam berwisata dan teori prinsip ekonomi islam yaitu bekerja,


Foods Artinya: Pengertian dan Makna di Dunia Kuliner Indonesia

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

Fumigasi Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Proses yang Perlu Diketahui

A.  Penegasan Judul

     Sebagai langkah awal penulis akan memaparkan beberapa maksud istilah yang digunakan dalam proposal ini agarpembaca mudah memahami dan menghindari kesalahpahaman dalam mengambil maksud dan istilah yang menjadijudul.Adapun judul yang dimaksud adalah Analisis Pengembangan Objek Wisata Alam Sumber Agung TerhadapPeningkatan Pendapatan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Study Pada masyarakat DesaSumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar lampung).Adapun istilah yang terdapat dalam proposal skripsiini adalah sebagai berikut Untuk itu diuraikan pengertian dari istilah-istilah dari judul tersebut sebagai berikut:


1.     Analisis

     Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (perbuatan) untuk mendapatkan fakta yang tepat, ataupenguraian pokok persoalan atas bagian-bagian, atau hubungan antara bagian-bagian itu untuk mendapatkanpengertian yang tepat dengan pemahaman secara keseluruhan.[1]

Gnite Artinya Pengertian dan Makna Lengkap dalam Bahasa Indonesia

2.     Pengembangan

Pengembangan adalah suatu proses atau cara menjadikan sesuatu menjadi maju, baik, sempurna, dan berguna.[2] Akan tetapi upaya pengembangan pariwisata menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi masyarakatsekitar objek wisata.

3.     Wisata

       Wisata adalah bentuk pemanfaatan sumberdaya alam yang mengandalkan jasa alam untuk kepuasan manusia.[3] Dengan kata lain, wisata adalah berbagai sumber daya yang dimiliki oleh suatu tempat dan dapatdikembangkan menjadi suatu atraksi wisata (tourist attraction) yang dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomidengan tetap memperhatikan aspek-aspek lainnya.

4.     Pendapatan

       Pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban suatu organisasi sebagai akibat daripenjualan barang atau jasa kepada pihak lain (konsumen).[4]

5.     Masyarakat

Masyarakat adalah manusi hidup bersama, hidup bersama dapat diartikan sama dengan hidup dalam satupergaulan dan keadan ini akan terlaksana apabila manusia melakukan hubungan.[5]

6.     perspektif

Perspektif adalah cara pandang yang muncul akibat kesadaran seseorang terhadap sesuatu yang akanmenambah wawasan atau pengetahuan seseorang agar dapat melihat segala sesuatu yang terjadi dengan pandanganyang luas.[6]

7.     Ekonomi Islam

Ekonomi islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diaturberdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukunIslam

Sesuai penjelasan konsep di atas mengenai judul Analisis Pengembangan Objek Wisata Alam Sumber AgungTerhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam.Maka, peneliti meneliti wisataAlam Sumber Agung Kemiling Bandar lampung dalam meningkatkan pendapatan Masyarakat dilihat dariperspektif ekonomi islam


B.  Alasan Memilih Judul

1.   Alasan Objektif 

     Alasan objektif penulis memilih Objek Wisata Alam Sumber Agung yaitu melihat adanya potensi alam yang indah dan menarik yang baru-baru ini menjadi perhatian masyarakat khususnya Bandar Lampung dan sekitarnya. Dengan daya tarik alam berupa dataran tinggi seperti pegunungan, Objek Wisata Alam Sumber Agung merupakan sebuah wilayah dataran tinggi dengan banyak perbukitan, yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan menarik dan wisata ini sangat dekat dengan perkotaan menjadi akses muda ke sana. Melihat dari potensi alam dan keunggulan yang dimilikinya penulis tertarik untuk meneliti di salah satu objek wisata di Desa Sumber Agung  yaitu Wisata Alam Sumber Agung. Dengan potensi yang dimilikinya, untuk menarik minat masyarakat diperlukan adanya pehatian khusus dari pemerintah daerah dan pihak swasta maupun masyarakat setempat untuk mengembangkan potensi alam sehingga pengunjung akan tertarik untuk berkunjung ke objek wisata tersebut yang tentunya hal ini akan berdampak bagi ekonomi masyarakat sekitar. Oleh karena aitu penulis tertarik untuk meneliti guna mengetahui sejauh apa pengembangan Objek Wisata Alam Sumber Agung dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.


2.     Alasan subjektif 

     Penelitian yang dibahas dalam skripsi ini sesuai dengan disiplin keilmuan yang penulis tekuni pada salah satu bidang studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu prodi Ekonomi Syariah. Mengingat adanya ketersediaan bahan literatur yang cukup memadai serta dan informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian baik data sekunder dan data primer kemudahan akses letak objek penelitian mudah dijangkau oleh penulis


C.  Latar Belakang Masalah

     Kepariwisataan di Indonesia akhir-akhir ini berkembang dengan pesat. Hampir seluruh daerah atau provinsimengembangkan program pariwisata dengan cara menjual atau menawarkan keindahan dan keunikan budaya, sertalingkungan alamnya. Pariwisata merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaanobjek dan daya tarik serta usaha-usaha yang berhubungan dengan pariwisata.


Sektor pariwisata memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.Pariwisata menyumbang PDB sekitar 4,1% secara langsung dan secara tidak langsung 9%. Sektor pariwisata jugamampu bertahan menghadapi tekanan badai krisis global. Melalui program visit Indonesia Year 2019, sektorpariwisata berhasil menjaring dan mendatangkan wisatawan mancanegara 6,5 juta orang setara devisa USD 7.5 juta.[8]


Kegiatan pariwisata memberikan stimulus ekonomi pada perekonomian nasional. Makin banyak pergerakanwisatawan, baik wisman, wisnus, maupun wisnas ke atau di Indonesia, berarti makin besar dan dinamis dampaknyapada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi negara. Setiap orang yang bepergian pasti membelanjakan sejumlah uangseperti untuk biaya perjalanan (membeli tiket pesawat terbang), akomodasi, makanan, rekreasi, sampai denganmembeli cinderamata. Makin panjang length of stay (masa tinggal) wisatawan di suatu destinasi berarti makinbanyak uang yang dibelanjakan. Makin banyak uang yang dibelanjakan, makin banyak barang dan jasa yang bisadijual oleh masyarakat, makin banyak pajak yang bisa diraup oleh Negara.[9]

   pengembangan pariwisata yang ideal akan selalu menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan,melibatkan pemerintah dan masyarakat lokal. Pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat sangat pentinguntuk membuka lapangan kerja, memberikan pemahaman tentang pariwisata, dan meningkatkan kondisiperekonomian masyarakatnya.[10]


Pariwisata menjadi salah satu sektor yang mulai diperhitungkan oleh negara baik negara maju ataupun negarasedang berkembang tidak terkecuali Indonesia. Indonesia yang mempunyai wilayah yang sangat luas dan didukungoleh sumber daya alam dan budaya yang beragam sangat potensial untuk diolah dan dimanfaatkan. Dari sumber dayaalam yang ada, pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi yang sangat layak untuk dikelola dandikembangkan secara maksimal.Kata wisata dan wisatawan termasuk sudah menjadi perbendaharaan Bahasa Indonesiadan digunakan oleh masyarakat Indonesia.[11]


Sektor pariwisata tidak diragukan lagi membawa pendapatan bagi negara. Devisa yang diperoleh dari wisatawandomestik dan mancanegara memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan negara.Sektor pariwisatamerupakan salah satu peluang ekonomi masyarakat perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraanmasyarakat,Dampak dari akibat pengembangan pariwisata sebagai suatu industri adalah dapat menciptakankesempatan berusaha.

Bidang pariwisata memiliki peran dalam membangun perekonomian masyarakat di Indonesia khususnyamasyarakat yang berada pada wilayah sekitar destinasi wisata. pariwisata adalah untuk menjaga keseimbangan antarakebutuhan ekonomi, social budaya dan pelestarian lingkungan. Konsep menjaga keseimbangan terhadap asetpariwisata merupakan perwujudan kepedulian terhadap kualitas hidup secara utuh. Pemerintah perlu membangunpariwisata yang berparadigma masyarakat. Paradigma seperti ini harus tetap dijaga dan dikembangkan. Melaluiparadigma inilah, bisa membuka dan memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga dapat membangunekonomi masyarakat yang belum memiliki peluang untuk bekerja. Pembangunan pariwisata berbasis masyarakat inisalah satu contohnya adalah desa Wisata.[12]


Desa wisata juga merupakan gambaran suatu daerah maju atau mundurnya masyarkat dengan adanya peranpemerintah yang melibatkan masyarkat untuk ikut andil dan berperan dalam membangun sebuah peradaban barumaka penulis mersa tertarik untuk meniliti desa wisata yang ada di desa cihurip melaui program pemerintah Desa.[13]


     Lampung adalah salah satu provinsi paling selatan di pulau Sumatra, provinsi ini menyimpan sejuta pesona alam yang menakjubkan dan tersembunyi sehingga masih banyak orang belum mengetahui akan keindahannya.mulai dari wisata alam,situs bersejarah,pantai,spot foto foto,sampai air terjunyang memanjakan mata.provinsi ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk anda kunjungi selama ini Lampung terkenal dengan penghasil kopi dan lada.Wisata lampung tidak kalah jauh dengan wisata yang berada di Bali,Bandung,Malang,ataupun kota besar lainya.


     Kota Bandar Lampung merupakan ibu kota provinsi Lampung,kota ini merupakan pulau Sumatra,tepatnyakuranglebih 165 km sebelah barat laut Jakarta,memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dan aktivitaspendistribusikan logistic dari jawa menuju Sumatra maupun sebaliknya. Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah169,21 km yang terbagi ke dalam 20 Kecamatan dan 126 kelurahan dengan populasi penduduk 1.184.949 jiwa dantingkat kemiskinan masyarakat kota Bandar lampung 98,76 jiwa[14].Di Kota Bandar Lampung sendiri merupakansalah satu daerah di Lampung dengan potensi wisata yang cukup besar yang dapat dikembangkan lebih serius akanmenjadi sumber pendapatan daerah dan sumber penghasilan masyarakat sekitar.


     Sumber Agung merupakan kelurahan yang berlokasi di Kota Bandar Lampung tepatnya berada di KecamatanKemiling. Berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Sumber Agung memiliki potensi daya tarik wisata seperti Wisata Alam Sumber yang berada di Taman Hutan Raya meliputi Kebun Karet, Batu Tameng, Kebun Kopi, Batu Lapis,Kebun Kemiri dan titik akhirnya yaitu café kopi seperti titik awal.Kelurahan Sumber Agung sudah ditetapkan desawisata dan menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Lampung khususnya Kota Bandar Lampung.

 

Table 1.1

Jumlah penduduk

No

Uraian

Jumlah 

KK

1

Jumlah penduduk 

819

KK

 

Jumlah penduduk miskin

 35

KK

Sumber : Dokumentasi Kelurahan Sumber Agung

 

Berdasarkan Table di atas jumlah masyarakat desa sumber agung ada 819 kk,dari 819 kk tersebut ada 35 kk dengan persantase 4,3% yang di situ di kategorikan penduduk kurang mampu/ penduduk miskin.


     Desa Wisata Sumber Agung dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah mendapat dukungandari Pemerintah Daerah untuk pengembangannya. Desa Wisata Sumber Agung juga memiliki beragam atraksi wisataunggulan seperti trekking, camping, dan edukasi agrowisata yang dibalut dengan konsep ekowisata. Sistempengemasan wisata yang digunakan Desa Wisata Sumber Agung berupa paket wisata yang ditujukan kepadawisatawan berkeluarga ataupun berkelompok dalam minat khusus dengan menawarkan pengenalan budaya masyarakatsetempat yang masih terjaga serta wisata edukasi dan alam. Pada saat kondisi pandemi wisatawan lebih condongingin melakukan aktivitas wisata dengan konsep tertutup (menjauhi kerumumanan) dan salah satu yang paling banyakdiminati sekarang ialah trekking. Paket wisata trekking yang dikemas oleh Pokdarwis Sumber Agung yangberanggotakan 21 orang, memiliki kepuasaan kepada wisatawan dengan memberikan fasilitas yang lengkap sertabiaya yang terjangkau pastinya. Biaya paket wisata trekking Rp 75.000  Rp 100.000, khusus paket wisata ini sudahtersedia local guide (pemandu wisata lokal) yang menjamin K3L (kesehatan, keselamatan, keamanan, danlingkungan) serta penyediaan P3K dengan adanya wisata alam yang di kelola oleh Pokdarwis rata-rata setiap anggotamendapatkan pendapatan kurang lebih 1.000.000 rupiah tutur kata ketua pokdarwis, yang mengelola wisata alam Taman Hutan Raya yang berada di Sumber Agung.[15]


Berdasarkan fenomena ini maka perlu diadakan penelitian mengenai dampak-dampak yang ditimbulkan dariadanya perkembangan pariwisata terhadap perekonomian masyarakat sekitar obyek wisata, mengingat bahwa KawasanWisata Alam Sumber Agung merupakan salah satu kawasan pariwisata potensial di desa Sumber Agung. Kualitashidup secara keseluruhan merupakan prediktor yang efektif untuk mendukung pengembangan pariwisata lebihlanjut[16]


Table 1.2

Pekerjaan dan pendapatan

NO

NAMA

PERKERJAAN

PENDAPATAN

PENINGKATAN PENDAPATAN

PERSENTASE

SEBELUM

SESUDAH

SEBELUM

SESUDAH

1

Darma

Buru tani

Ketua Pokdarwis

400.000

1.400.000

1000.000

250%

 

2

Jarwati

Petani

Sekretaris

300.000

1.300.000

1.000.000

333%

 

3

Ismono

Petani

Bendahara

350.000

1.350.000

1.000.000

286%

 

4

Saban

Tukang ojek

Keamanan

400.000

1.400.000

1.000.000

250%

 

5

Sumewo

Petani

Kebersihan

250.000

1.250.000

1.000.000

400%

 

6

Sukmadi

Petani

Daya tarik wisata

250.000

1.250.000

1.000.000

400%

 

7

Suparmin

Buru tani

Humas

200.000

1.200.000

1.000.000

500%

 

8

Sardi

Buru tani

Pengembangan

200.000

1.200.000

1.000.000

500%

 

9

Ubay

Pengangguran

Tim it

1.000.000

1.000.000

100%

 

10

Agus

Pengangguran

Tim promosi

1.000.000

1.000.000

100%

 

11

Pudin

Pengangguran

Turget

1.000.000

1.000.000

100%

12

 

 

 

2.350.000

13.350.000

11.000.000

468%

Sumber:Wawancara Anggota Pokdarwis

Berdasarkan Table 1.2 di atas setelah peneliti  pra survey pendapatan anggota pokdarwis masyarakat desa sumber agung  dari 11 orang yang di ambil sampel mereka mengalami kenaikan pendapatan dengan persantase dengan akumolasi kenaikan 468% jadi banyak masyrakat mengalami perubahan kenaikan pendapatan..

Pokdarwis merupakan salah satu bentuk kelembagaan yang dibentuk oleh masyarakat yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan dalam mendukung terciptanya iklim kondusif dan terwujudnya Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan) sehingga dapat mendorong dalam mengembangkan dan membangun kepariwisataan di suatu daerah dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar .

 Adanya pokdarwis dibentuk oleh dinas pariwisata berdasarkan peraturan menteri kebudayaan dan pariwisata No PM04/UM.001/MKP/108 tentang sadar wisata. Pokdarwis dibentuk oleh dinas pariwisata berdasarkan peraturan menteri kebudayaan dan pariwisata no PM04/UM.001/MKP/08 tentang sadar wisata. Pokdarwis merupakan salah satu bentuk program dari banyak program pengembangan destinasi pariwisata yang dibuat oleh pemerintah pusat dan daerah untuk memajukan pariwisata sekaligus mengembangkan ekonomi rakyat.[17]

kesejahteraan masyarakat sendiri memiliki pencapaian kehidupan pertama, peningktan kemampuan danpemerataan distribusi kebutuhan dasar seperti makan, perumahan, kesehatan, dan perlindungan.Kedua,peningktankehidupan, pendapatan,pendidikan yang lebih baik, dan peningkatan atensi terhadap budaya dan nilai kemanusiaan.Ketiga, memperluas sekala ekonomi dan ketersedian pilihan sosial dari individu dan bangsa.[18]

Ekonomi Islam adalah suatu ilmu yang multidimensi/interdisiplin, komprehensif, dan saling terintegrasi meliputiilmu Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah, dan juga ilmu rasional (hasil pemikiran dan pengalamanmanusia),dengan ilmu ini manusia dapat mengatasi masalah masalah keterbatasan sumber daya untuk mencapaifalahjh (kebahagian)[19]

Dari perspektif ekonomi Islam Upaya dinamis masyarakat desa untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunandesa Pariwisata sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong masyarakat untuk melakukannya berjuang untukkehidupan yang lebih baik. Dan Allah berfirman disurat Ar- Rad 11.:

 

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍسُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١

      Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnyayang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga merekamengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak adayang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S. Ar-Ra’d [13]: 11)

 

   Berdasarkan ayat di atas dijelaskan bahwa Allah Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam haridan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasinya dengan cermat dan teliti. Baginya,yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-nya secara bergiliran, dari depan dandari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasi-nya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah Yang Mahakuasatidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubahkeadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri. Dan apabila,yakni andaikata, Allahmenghendaki keburukan terhadap suatu kaum-dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah-maka tak ada kekuatanapa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.

Kaitan dengan penelitian adalah manusia kalo ingin ekonomi berubah ya harus mencari perkerjaan dan beriktiar kepada allah

     Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 9 tentang manusia yang mengadakan perjalanan  dimuka bumidengan melihat keesaan Allah yang menciptakan bumi beserta isinya untuk dikelola dengan baik agar bermanfaat.

 

اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَّاَثَارُوا الْاَرْضَ وَعَمَرُوْهَآ اَكْثَرَ مِمَّاعَمَرُوْهَا وَجَاۤءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۗ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَۗ ٩

     “Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelummereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telahmengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Para rasultelah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Allah sama sekali tidak menzalimimereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri.” (Q.S. Ar-Rum [30]:9)

    Berdasarkan ayat di atas dijelaskan bahwa Allah pun mengecam orang musyrik yang enggan mengambilpelajaran dari umat-umat terdahulu yang menentang para rasul. Dan tidakkah mereka sempat bepergian di beberapatempat di bumi ini lalu melihat dan memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka yangmendustakan para rasul? Mereka dibinasakan dengan cara mengenaskan dan mengerikan, padahal orang-orang itulebih kuat secara fisik, jumlah, maupun kekayaan dari mereka sendiri dan mereka juga telah mengolah bumi sertamemakmurkannya dengan bercocok tanam, menambang, dan sebagainya melebihi apa yang telah mereka, yakni kaummusyrik Mekah, makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yangjelas atas eksistensi dan keesaan Allah, namun mereka mendustakan dan mengingkarinya, maka Allah menurunkanazab akibat dosa-dosa mereka sendiri. Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka dengan menurunkanazab tanpa sebab dan peringatan terlebih dahulu, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiridengan mengingkari peringatan Allah, bahkan mereka menentang dan menyakiti para rasul.[20]

Berkaitan dengan penelitian adalah manusia mencari tempat bisa di simpulkan berpariwisata

     Hukum Islam berjanji untuk mendorong umat manusia untuk berjuang untuk dapat kebahagiaan dankemakmuran dalam hidup. Khususnya dalam bidang perekonomian, tujuan syariat Islam adalah menciptakan keadilandalam kegiatan berbisnis dan berusaha. Tujuan syariah atau Maqashid Syari‟ah pada dasarnya memiliki tujuan gunamewujudkan kemaslahatan bagi umat manusia di dunia hingga akhirat kelak (falah). Oleh karenanya Imam Syatibimenyatakan terdapat dua hal yang dapat dicapai oleh manusia dalam upayanya mengamalkan tuntunan maqashidsyari‟ah yaitu pertama untuk memenuhi tuntutan syari‟ah (taklif) yaitu berupaya melaksanakan perintah Allah SWT(awamir) dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT (nawahi) yang terkandung dalam syari‟ah.[21]

     Dari uraian di atas kita dapat melihat bahwa kegiatan wisata Ini adalah area yang dianggap berkontribusi untukuntuk meningkatkan pendapatan masyarakat. itu adalah Penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut kegiatan inimelalui penelitian Penulis dalam bentuk dengan judul: Analisis Pengembangan Objek Wisata Alam Sumber AgungTerhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Study pada masyarakat DesaSumber Agung Kecamatan Kemiling Kota bandar lampung).

D.  Fokus Penelitian Dan Sub Fokus Penelitian

     Untuk memperjelas fokus penelitian yang akan dibahas dan agar penelitian ini dilaksanakan secara focus dan sub fokus maka terdapat fokus dalam penelitian ini sebagai berikut: 

1.     Penelitian ini akan difokuskan pada pengembangan Objek Wisata Alam Sumber Agung dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Kemiling. 

2.     Subjek Penelitian ini adalah Masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Kemiling dan Objek Wisata Alam Sumber Agung

Untuk itu peneliti akan membuat Sub Fokus Penelitian ini adalah :

1.     pada implementasi pengembangan objek wisata

2.     Peran  dalam meningkatkan pendapatan masyarakat 

3.     Pandangan ekonomi islam tentang pariwisata dalam meningkatkan pendapatan masyarakat 

E.  Rumusan Masalah

       Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan yang hendak diteliti adalah sebagai berikut:

1.   Bagaimana pengembangan Objek Wisata Alam Sumber Agung Dalam peningkatkan   Pendapatan masyarakat ?

2.   Bagaiman Peran Objek Wisata Alam Sumber Agung Untuk Masyarakat Sumber Agung ?

3.   Bagaimana Pandangan Ekonomi Islam mengenai pengembangan Objek Wisata Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat ?

F.  Tujuan penelitian

       Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan yang hendak ditelitiadalah sebagai berikut:

1.   Untuk mengetahui bagaimana Pengembangan Objek Wisata dalam meningkatkan Pendapatan masyarakat.

2.   Untuk Mengetahui bagaimana Peran Objek Wisata Alam Sumber Agung untuk Masyarakat Sumber Agung.

3.   Untuk mengetahui bagaimanakah Perspektif ekonomi islam terhadap Pengembangan Objek Wisata dalammeningkatkan Pendapatan masyarakat.

G.  Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis maupun praktis diantaranya:

1.   Manfaat teoritis

a.    Agar penulis memahami tentang pengembangan objek wisata Alam Sumber Agung dalam meningkatkanpendapatan masyrakat dalam perspektif ekonomi islam.

b.   Memberikan wawasan dan pengetahuan bagi penulis mengenai analisis pengembangan objek wisata alam dalammeningkatkan pendapatan masyarakat menurut perspektif Ekonomi Islam.

2.   Manfaat Praktis

a.    Bagi masyarakat : memberikan pengetahuan mengenai pengaruh yang dihasilkan oleh dari kegiatan usahapariwisata.

b.   Bagi akademik : hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menambah

referensi untuk dijadikan rujukan oleh peneliti selanjutnya.

c.    Bagi Peneliti : Penelitian yang dilakukan selain menambah pengalaman dan wawasan juga mengenaipengembangan objek pariwisata alam dalam meningkatkan pendapatan masyarakat menurut perspektif EkonomiIslam.

H.  Penelitian Terdahulu

Kajian terdahulu dalam penelitian ini berfungsi untuk mendapatkan gambaran yang akan di teliti oleh penelitidengan penelitian yang sejenis yang pernah dilakukaan oleh peneliti terdahulu. Serta untuk membandingkan apakahada kesamaan atau perbedaan antara peneliti lakukan dengan peneliti-peneliti terdahulu. Berikut beberapa penelitianyang telah dilakukan yaitu:

1.   Jurnal yang di tulis I Gusti Bagus Yogi Sutanegara Bagiana, I Nyoman Mahaendra Yasa (2017), mahasiswaJurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dengan judul jurnalPengembangan Desa Wisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Penglipuran, Kecamatan Bangli,Kabupaten Bangli.[22] Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur (path analysis) dengan penerapan modelregresi linier berganda dengan menggunakan program aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengembangandesa wisata dan jumlah kunjungan wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja diDesa Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Pengembangan desa wisata, jumlah kunjungan wisatawandan 25 kesempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesempatankerja sebagai variabel mediasi hubungan pengembangan desa wisata dan jumlah kunjungan wisatawanberpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalahterletak pada objek penelitiannya di sektor pariwisata dan sama-sama meneliti dari segi aspek ekonomi.Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah pada metode penelitian yangdigunakan. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif sedangkan pada penelitian yang dilakukanpeneliti metode yang digunakan adalah kualitatif.

2.   Skripsi yang di tulis Arini Wijayanti tahun 2019 yang berjudul.’’Analisis Peranan Objek Wisata Telaga GupitDalam Meningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Tegalsari Kecamatan Gading Rejo Dalam Perspektif EkonomiIslam’’.[23] Hasil Penilitian ini bahwa Keberadaan objek wisata Telaga Gupit memberikan kontribusi yang cukupbesar sebagai alat penyerap tenaga kerja dan penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Hal inidibuktikan dengan adanya masyarakat Tegalsari yang bekerja menjadi pengelola dan karyawan di TelagaGupit.Dan Kegiatan usaha yang dilakukan oleh masayrakat sekitar wisata Telaga Gupit sudah sesuai dengan teoriekonomi islam yaitu kegiatan ijarah yang artinya sewa, yang memberikan pelayanan jasa kepada pengunjunguntuk mendapatkan berupa manfaat, kesenangan dan kenyamanan dalam berwisata.

          Perbedaan penilitian ini dengan penilitian lain adalah wisata Telaga Gupit memiliki wisata yang unik yaituwisata yang memperkenalkan budidaya ikan,dan skripsi ini di buat pada tahun 2019 dan persamaan penelitianadalah sama-sama meniliti tentang pariwisata dan dampak ekonomi untuk masyrakat sekitar dan metode penelitiandeskritif kualitatif.

3.   Jurnal yang di tulis oleh Hary Hermawan pada tahun 2016 yang berjudul ‘’ Dampak Pengembangan Desa WisataNglanggeran Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal’’.[24] Hasil dari penilitian ini bahwa pengembagan desa wisatamembawa dampak yang positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat lokal di Desa Nglanggeran, diantaranya:Meningkatnya penghasilan masyarakat Desa Nglanggeran; Meningkatya peluang kerja dan berusaha masyarakatlokal di sektor pariwisata; Dengan adanya peraturan lokal yaitu pembatasan investasi asing yang masukberdampak pada meningkatknya kepemilikan dan kontrol masyarakat lokal serta kebanggaan untuk bekerja danberusaha di desanya sendiri; Pendapatan pemerintah melalui retribusi wisata. Sedangkan indikasi dampak negatifterhadap ekonomi lokal berupa kenaikan harga barang tidak ditemukan. Selain pembangunan bersifat fisik,pemberdayaan masyarakat lokal juga harus selalu digiatkan demi terciptanya masyarakat wisata yang kompetendan mandiri secara ekonomi, serta siap mengoptimalkan peluang-peluang ekonomi yang muncul dari kegiatan desawisata.

       Perbedaan penilitian ini dengan yang lain adalah wisata ini adanya Dengan adanya peraturan lokal yaitupembatasan investasi asing yang masuk berdampak pada meningkatknya kepemilikan dan kontrol masyarakat lokalserta kebanggaan untuk bekerja dan berusaha didesanya sendiri dan penilitian ini di kerjakan pada tahun 2016,persamaan penilitian adalah dengan menggunakan metode deskritif kualitatif,sama-sama membahas tentangpariwisata dan dampak ekonomi bagi masyrakat.

4.   Jurnal yang ditulis oleh Akhmad Bories Yasin Abdillah, dkk tahun 2016 yang berjudul ’Dampak PengembanganPariwisata Terhadap Kehidupan Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata’’.[25] Hasil penilitian ini menunjukanbahwa pengembangan pariwisata memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat sekitarkhususnya masyarakat sekitar Taman Wisata Air Wendit. Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan banyakperubahan mulai dari penambahan fasilitas wisata serta wahana-wahana permainan yang menjadi daya tarikwisata.Dan dampak yang ditimbulkan dari pengembangan Taman Wisata Air Wendit dari aspek sosial diantaranyameningkatnya keterampilan penduduk dengan membuat cinderamata, transformasi mata pencaharian ke pekerjaanyang lebih baik, transformasi norma dari norma negatif ke norma positif. Dari aspek budaya terihat masyarakatsekitar masih melestarikan kebudayaan desa Magliawan. Sementara dari aspek ekonomi ada penyerapan tenagakerja dari masyarakat desa Mangliawan, mendorong masyarakat sekitar untuk berwirausaha, serta meningkatkanpendapatan dari usaha yang dimiliki.

          Perbedaan penelitian lain adalah wisata ini banyak tempat bermain untuk anak anak dan kolam berenangwisata air windi tdi bagi 2 ada yang alami dan buatan,tempat penelitian beda yang akan di teliti jurnal ini di buattahun 2016 persamaan penelitian adalah metode penilitian mengunakan metode diskritif kualitatif dan sama-samatentang pariwisata dan dampak dari pariwisata tersebut.

5.   Jurnal yang di tulis Samsul Alam Fyka, dkk tahun 2018 yang berjudul ‘’ Analisis Dampak Pengembangan WisataPulau Bokori Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Bajo’’.[26] Hasil dari penelitian ini bahwa Pengaruhsosial keberadaan wisata pulau bokori bagi masyarakat bajo di Desa Mekar adanya perubahan terhadap gayahidup melalui cara berpakaian dan cara berkomunikasi.Pengaruh ekonomi keberadaan wisata pulau bokori bagimasyarakat bajo di Desa Mekar adalah adanya perubahan mata pencaharian baru dan juga peningkatan pendapatanmasyarakat melalui sector wisata.

          Perbedaan penelitian lain adalah wisata ini salah satu jenis wisata bahari dan memiliki villa disekitartempat wisata yang berada di kendari ,wisata pulau bokori walaupun pulau kecil tapi memiliki keindahan yangsangat luar biasa dan tahun penilitian pada tahun 2018 metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif.persamaanadalah sama  sama meniliti tentang pariwisata dan dampak dari pariwisata tersebut.

     Penelitian-penelitian di atas merupakan referensi penulis dalam mengerjakan penelitian, berfungsi membantu memberi gambaran tentang metode dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yang penulis hadapi. Mengenai peneliti-peneliti yang karyanya penting dalam permasalahan yang peneliti hadapi (yang mungkin dapat dijadikan narasumber atau dapat ditelusuri karya – karya tulisnya yang mungkin terkait), dan membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang peneliti lakukan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya). “Analisis Pengembangan objek Wisata Alam Sumber Agung terhadap peningkatan Pendapatan masyarakat menurut Ekonomi islam (Studi pada masyarakat Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung)” sejauh yang penulis tahu, belum pernah ada yang melakukan penelitian secara khusus tentang judul tersebut.

     Perbedaan penelitian ini dengan penlitian lain adalah wisata ini salah satu jenis wisata cagar alam dan memilikiberwisata secara trekking dan camping disekitar tempat wisata yang berada di Sumber Agung ,wisata alam sumber agung walaupun wisata yang masih baru tapi memiliki keindahan yang sangat luar biasa dan tahun penilitian ini tahun 2022 metode kualitatif dan di pandang dengan ekonomi islam.persamaan adalah sama  sama meniliti tentangpariwisata dan dampak dari pariwisata tersebut.

I.    Metode Penelitian

     Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dankegunaan tertentu.[27]Metode penelitian juga suatu prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuanilmiah secara tersusun, terencana, terstruktur, sistematis dan memiliki tujuan baik praktis maupun teoritis. Jadimetode penelitian adalah cara sistematis untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu.

1.   Jenis dan Pendekatan Penelitian

     Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan untuk mempelajarisecara intensif tentang latar belakang keadaan tempat penelitian.[28]Metode ini memiliki tujuan mengetahui lebihdalam mengenai pengalaman, opini, perasaan, dan pengetahuan langsung yang dialami oleh partisipan. Selain itu,dalam pendekatan kualitatif, teori tidak digunakan untuk menemukan hubungan yang pasti antar variabel,melainkan ditujukan untuk mencari dinamika yang terjadi pada suatu fenomena atau kasus tertentu. Penelitimemilih metode atau pendekatan kualitatif dalam penelitian ini karena dianggap paling sesuai dalam menjawabmasalah penelitian. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti bisa mendapatkan kedalaman data dalam halPengembangan Objek Wisata Alam Sumber Agung Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat DalamPerspektif Ekonomi Islam di Desa Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung.

2.   Sumber Data

        Pada penelitian ini penulis mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penyusunan proposal inimenggunakan data primer dan sekunder.

a.    Data Primer

     Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh orang yangmelakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya.[29] Dan sumber aslinya yaitu masyarakatdesa wisata Alam Sumber Agung Kemiling, Bandar Lampung. Untuk memperoleh data tersebut, penelitimenggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi Mayarakat Desa Sumber Agung.

b.   Data Sukunder

     Data sekunder adalah data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh instansi diluar daripenelitian sendiri, walaupun yang dikumpulkan ini sesungguhnya adalah data asli.[30]teknik pengumpulan datayang diperoleh berupa riset yaitu pengumpulan data dengan membaca buku  buku, jurnal, kemudian diolahhingga menjadi data.Data termasuk data sekunder dalam penelitian ini terkait dengan wisata Alam SumberAgung yang ada di Sumber Agung.

3.     Populasi dan Sampel

     Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dankarakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik kesimpulan.populasiadalah kumpulan dari individu dengan kualitas dan ciri-ciri yang telah ditetapkan.[31] Populasi dalam penelitianini adalah seluruh pelaku usaha yang ada di sekitar obyek wisata dan pengelola obyek wisata, sampel dalampenelitian ini berjumlah 35 orang yang meliputi, anggota Pokdarwis pedagang,juru parkir dan pedagang di luar wisata dan usaha di luar wisata dan jasa ojek .

     Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristiktertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan carapurposive sampling yaitu sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan desain penelitian.[32]

     Secara puposive sampling, yaitu peneliti mempunyai pendapat pribadi dalam memilih individu-individu yangakan menjadi sampel dengan pertimbangan tertentu misalnya, orang tersebut yang dianggap paling mengetahuitentang apa yang kita harapkan sehingga akan

memudahkan peneliti menjelajahi objek/situasi yang diteliti. Berdasarkan survei di lapangan jumlah sampel di ambil sebanyak 21 orang pokdarwis terlibat dalam pengelolaan pariwisata Alam Sumber Agung sumber agung dan14 orang yang membuka usaha dan Jasa

     Menurut pendapat Suharsimi Arikunto bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka lebihbaikdiambilsemua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya  jika  jumlah subyeknyalebih dari 100,maka dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih.[33] Berdasarkan perdapat diatas, makameneliti mengambil kesimpulan bahwa semua populasi akan dijadikan sebagai sampel.

4.     Teknik Pengumpulan Data

a.    Observasi

     Observasi adalah teknik pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung menggunakan alat indra.Sesuatu yang diamati dicatat sebagai bahan informasi. Teknik pengumpulan data dengan observasi dilakukanbila penelitian berkenaan dengan perilaku manusuia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yangdiamati tidak terlalu besar.[34] Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti Bagaimana pengembanganObjek Wisata Alam Sumber Agung Dalam Meningkatkan Pendapatan masyarakat.

b.   Wawancara

Wawancara adalah digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluanuntuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dariresponden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil [35]wawancara di sini kepadamasyarakat yang berkontribusi pada Wisata Alam Sumber Agung.

c.    Dokumentasi

Dokumentasi adalah langkah penciptaan pengetahuan dan/atau ilmu pengetahuan.[36] Dokumen tentangorang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam situasi sosial yang sesuai dan dengan focuspenelitian adalah sumber informasi yang sangatberguna dalam penelitian kualitatif. Dokumen berbentuk tekstertulis, artefacts,gambar, maupun foto.Metode dokumentasi ini dimaksudkan untuk melengkapi penggunaanmetode observasi dan wawancara.

5.     Analisis Data

     Penelitian ini bersifat kualitatif sehingga data-data yang digambarkan berupa kata-kata tertulis untukmenjelaskan fenomena yang terjadi, dalam proses analisis data, ada beberapa langkah pokok yang harusdilakukan, yaitu :

a.    Reduksi Data

     Mereduksi merupakan kegiatan merangkum, memilih data yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yangpenting dan pengembangan ceritanya merupakan analisis.Kegiatan ini tidak terpisahkan dari analisisdata.Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dantransformasi data “kasar” yang terjadi dalam catatan-catatan lapangan tertulis. Reduksi data berlangsung terusmenerus selama proyek kualitatif berlangsung sampai laporan tersusun.[37]

b.   Penyajian data

Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akanadanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratifdan kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lampau. Penggabungan informasi yang tersusun dalam suatubentuk yang padu dan mudah diraih, memudahkan untuk melihat apa yang sedang terjadi, apakah kesimpulansudah tepat atau sebaliknya melakukan analisis kembali.[38]

c.    Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi Data

Tahap ini merupakan tahap penarikan kesimpulan dari semua data yang telah diperoleh sebagai hasil daripenelitian.Penarikan kesimpulan atau verifikasi adalah usaha untuk memaknai arti, keteraturan,pola-pola,penjelasan alur, sebab akibat atau proporsi.Setelah melakukan verifikasi maka dapat ditarik kesimpulanberdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk narasiyang dapat dipercaya.[39]

J.   Sistematika Pembahasan

BAB I      PENDAHULUAN

     Bab ini berisi tentang penegasan judul, latar belakang masalah, focus dan sub-fokus   penelitian, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, studi pustaka, metode penelitian, serta sistematika pembahasan. 

BAB II     LANDASAN TEORI

     Memuat uraian tentang konsep utama teori, asumsi dasar teori, hubungan konsep utama dan asumsi dasar teori, serta unit analisis teori. Teori yang dijadikan landasan yaitu teori yang relevan dan terkait dengan tema skripsi

BAB III    DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 

        Bab ini berisi tentang gambaran umum objek penelitian dan penyajian fakta dan data penelitian di Wisata Alam Sumber Agung Kecamatan kemiling. Yakni meliputi sejarah Desa Sumber Agung Kecamatan Kemiling dan Objek Wisata Alam Sumber Agung, Visi dan Misi Pokdarwis Desa Sumber Agung Kecamatan Sumber Agung, Struktur organisasi Pokdarwis Sumber Agung Kemiling. 

BAB IV    ANALISIS PENELITIAN 

     Bab ini berisi tentang analisis Pengembangan Objek Wisata Alam Sumber Agung Dalam MeningkatanPendapatan Masyarakat dan di pandang dalam Ekonomi Islam

BAB V     PENUTUP 

     Bab terakhir berisi kesimpulan dan hasil, serta saran-saran, kesimpulan menyajikan secara ringkas seluruh penemuan penelitian yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil penelitian. Berisi uraian mengenai langkah-langkah apa yang perlu diambil oleh pihakpihak terkait dengan hasil penelitian yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

LANDASAN TEORI

 

 

A.  Pariwisata

1.   Pengertian Pariwisata

     Istilah pariwisata (tourism) baru muncul di masyarakat kira-kira pada abad ke-18, khususnya sesudahrevolusi industri di Inggris. Istilah pariwisata berasal dari dilaksanaknnya kegiatan wisata (tour), yaitu suatukegiatan perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang, di luar tempat tinggal sehari-hari dengan suatualasan apapun selain melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah atau gaji.[40]

     Pengertian pariwisata menurut Norval dalam Muljadi dan Nurhayati adalah keseluruhan kegiatan yangberhubungan dengan masuk, tinggal, dan pergerakan penduduk asing di dalam atau di luar suatu negara, kota,atau wilayah tertentu.[41]

Menurut definisi yang lebih luas yang dikemukakan oleh Kodhyat pariwisata adalah perjalanan dari satu tempatke tempat lain bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangandan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu.[42]

     menurut Musanef mengartikan pariwisata sebagai suatu perjalanan yang dilaksanakan untuk sementarawaktu, yang dilakukan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menikmati perjalanan bertamasya danberekreasi.[43]

     Berdasarkan pengertian di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pariwisata yaitu suatu kegiatan perjalanan yang melibatkan orang-orang dengan tujuan yang berbeda-beda untuk mendapatkan kenikmatan dan memenuhi hasrat ingin mengetahui sesuatu yang baru dalam kurun waktu tertentu.

2.   Tujuan Wisata

     Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha barang pariwisata dan usaha lain 

yang terkait dengan bidang tersebut. Pembangunan dan pengembangan objek wisata pada dasarnya di bangun atas dasar perluasan wisata,yaitu pengelolaan objek pariwisata yang di pandang memiliki potensi untuk di kembangkan dan menjadi daerah tujuan wisata.Pembangunan kepariwisataan mempunyai tujuan antara lain memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian pembangunan di bidang kepariwisataan mempunyai tujuan akhir untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.[44]

Sektor pariwisata di Indonesia mempunyai suatu tujuan. Tujuan tersebut telah diatur di dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan tujuan tersebut antara lain:

a.   Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

b.   Meningkatkan kesejahteraan rakyat

c.   Menghapus kemiskinan

d.   Mengatasi pengangguran

e.   Melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya

f.    Memajukan kebudayaan

g.   Mengangkat citra bangsa

h.   Memupuk cinta tanah air

i.    Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa  dan

j.    Mempererat persahabatan antar bangsa.[45]

     Tujuan tersebut merupakan suatu sarana bagi masyarakat atau pemerintah yang ingin mengembangkan sektorsumber daya alam dan budaya. Adanya sektor pariwisata juga masyarakat umumnya akan mendapatkan rezekidengan menjual souvenir khas daerah tersebut. Oleh sebab itu masyarakat pada umumnya lebih diharuskan untukmenjaga dan tidak merusak objek wisata.

3.   Jenis Jenis Wisata

Wisata berdasarkan jenis-jenisnya dapat dibagi kedalam dua kategori yaitu:

a.    Wisata alam

1)   Wisata Pantai (Marine Tourism), merupakan kegiatan wisata yang ditunjang oleh sarana dan prasaranauntuk berenang, memancing, menyelam, dan olahraga air lainnya, termasuk sarana dan prasaranaakomodasi, makan dan minum.

2)   Wisata Etnik (Etnic Tourism), merupakan perjalanan untuk mengamati perwujudan kebudayaan dan gayahidup masyarakat yang dianggap menarik.

3)   Wisata Cagar Alam (Ecotourism), merupakan wisata yang banyak dikaitkan dengan kegemaran akankeindahan alam, kesegaran hawa udara dipegunungan, keajaiban hidup binatang (margasatwa) yang langka,serta tumbuh-tumbuhan yang jarangterdapat ditempattempat lain.

4)   Wisata Buru, merupakan wisata yang dilakukan di negeri-negeri yang memang memiliki daerah atau hutantempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakkan oleh berbagai agen atau biro perjalanan.

5)   Wisata Agro, merupakan jenis wisata yang mengorganisasikan perjalanan ke proyek-proyekpertanian,perkebunan, dan ladang pembibitan dimana wisata rombongan dapat mengadakan kunjungan danpeninjauan untuk studi maupun menikmati segarnya tanaman disekitarnya.

b.   Wisata Sosial-Budaya

1)   Peninggalan sejarah kepurbakalaan dan monumen, wisata ini termasuk golongan budaya, monumennasional, gedung bersejarah, kota, desa, bangunan-bangunan keagamaan, serta tempat-tempat bersejarahlainnya seperti tempat bekas pertempuran yang merupakan daya tarik wisata utama dibanyak negara.

2)   Museum dan fasilitas budaya lainnya, merupakan wisata yang berhubungan dengan aspek alam dankebudayaan disuatu kawasan atau daerah tertentu. Museum dapat dikembangkan berdasarkan padatemanya, antara lain museum arkeologi, sejarah, etnologi, sejarah alam, seni dan kerajinan, ilmupengetahuan dan teknologi, industri, ataupun dengan tema khusus Lainnya.

c.    Wisata Ziarah

     Jenis wisata ini sedikit banyaknya dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umatatau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan dengan perorangan atau rombongan ketempat-tempat suci seperti ke makam-makam orang-orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukitatau gunung yang di anggap keramat dan lain sebagainya.[46]

     Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa wisatawan berkunjung ke suatu destinasi wisatakarena motivasi yang menjadi latar belakang orang untuk berwisata. Maka seseorang akan memilih jenis wisatayang sesuai dengan motivasi mereka untuk melakukan perjalanan. Setiap wisatawan yang melakukan pariwisatamemiliki motif tersendiri terutama dalam hal wisatawan yang ada pada luar daerah. Perbedaan motif- motiftersebut tercermin dengan adanya berbagai jenis pariwisata karena suatu daerah maupun suatu negara padaumumnya dapat menyajikan berbagai antraksi wisata, keindahan ataupun sesuatu yang menarik dari sebuah objekwisata.

4.   Peranan Objek Wisata

Peran pariwisata yang pertama yaitu peran ekonomi sebagai sumber devisa negara. Kedua, peran sosialsebagai pencipta lapangan pekerjaan, dan yang terakhir adalah peran kebudaayaan yaitu memperkenalkankebudayaan dan kesenian.[47]

a.    Peran Ekonomi

1)   Pendapatan Masyarakat

Peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah berasal dari pembelanjaan dan biaya yang dikeluarkanwisatawan selama perjalanan dan persinggahannya seperti  untuk hotel,makan danminum,cenderamata,angkutan dan sebagainya.Selain itu,juga  mendorong peningkatan dan pertumbuhan dibidang pembangunan sektor lain.[48] Salah satu dari khas pariwisata adalah sifatnya yang tergantung danterikat dengan bidang pembangunan sektor lainnya.Dengan demikian, berkembangnya kepariwisataan akanmendorong peningkatan dan pertumbuhan bidang pembangunan lainnya.

2)   Kesempatan Kerja

Salah satu peluang bagi masyarakat sekitar objek wisata adalah kesempatan bekerja pada objek wisata, baiksebagai tenaga staf maupun buruh kerja.Pengembangan objek wisata memberikan dampak positif bagiperekonomian masyarakat.[49]Peluang usaha dan kerja tersebut lahir karena adanya permintaan wisatawan.Dengan demikian, kedatangan wisatawan kesuatu daerah akan membuka peluang bagi masyarakat tersebutuntuk menjadi pengusaha hotel, wisma, homestay, restoran, warung, angkutan dan lain-lain. peluang usahapariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan ataumengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha barang pariwisata dan usaha lain yang terkait denganbidang pariwisata.

b.   Peran Sosial

   Peran sosial dapat mendorong pembelajaran bahasa asing dan ketrampilan baru. Masyarakat daerahpariwisata akan terdorong mempunyai ketrampilan berbahasa asing agar dapat berinteraksi dengan pendatangmenimbulkan perasaan bangga pada masyarakat akan pariwisata daerahnya sehingga menimbulkan kesadaranuntuk sama-sama menjaga dan melestarikan pariwisata tersebut. Pengembangan pariwisata juga dapatmenguntungkan bagi penduduk karena dapat membuka lapangan pekerjaan baru terutama untuk daerah sekitartempat pariwisata. Sehingga dapat meningkatkan dan memeratakan pendapatan rakyat.

 

c.    Peran Kebudayaan

     Pariwisata mempunyai sesuatu kegiatan secara esensial dan objektif,merupakan kegiatan perdagangan jasayang berbasis pada potensi potensi ekonomi dan non ekonomi,mulai dari sumber daya alam sampai sumbersocial-budaya masyarakat di mana kegiatan tersebut dapat di laksanakan.kedekatan kegiatan kepariwisataandengan kebudayaan masyarakat tidak sama artinya dengan kesamaan idenititas dengan kebudayaan masyarakat,tidak sama artinya dengan kesamaan identitas kepariwisataan dengan kebudayaan.[50]

   Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa peranan objek wisata meliputi tiga segi yaitu segi ekonomi(sumber devisa, meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah, kesempatan kerja), segi sosial (penciptaanlapangan kerja),dan segi kebudayaan  (memeperkenalkan kebudayaan kepada para wisatwan).

5.   Indikator Keberhasilan Pariwisata

     Indikator keberhasilan dari manajemen destinasi pariwisata yang mengacu pada Pedoman ManajemenPengembangan Destinasi Pariwisata adalah Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait memahamitentang manajemen destinasi pariwisata dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

a.    Pemerintah daerah mampu merumuskan dokumen perencanaan manajemen pariwisata yang berbasis masyarakat.

b.   Pemerintah daerah mampu mengimplementasikan dokumen perencanaan manajemen destinasi pariwisata

c.    Terwujudnya destinasi pariwisata yang memiliki daya saing tinggi yang diukur dengan:.

1)   Bertambahnya jumlah wisatawan.

2)   Meningkatnya lama tinggal wisatawan.

3)   Meningkatnya kepuasan wisatawan.

4)   Meluasnya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.

5)   Meningkatnya kualitas lingkungan disekitar destinasi.

6)   Meningkatnya kemitraan antar-stakeholder dalam pengembangan destinasi.[51]

     Lokasi objek pariwisata atau kawasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utamapariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satuatau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukunglingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. Umunnya lokasi akan ditentukan oleh:

a.    Jenis usaha yang dijalankan

b.   Dekat dengan konsumen atau pasar

c.    Dekat dengan bahan baku

d.   Ketersediaan tenaga kerja

e.    Sarana dan prasarana (transportasi,listrik, dan air)

f.    Dekat dengan pusat pemerintahan.

g.   Dekat dengan lembaga keuangan

h.   Berada di kawasan industri

i.     Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan

j.     Kondisi adat istiadat, budaya, dan sikap masyarakat setempat

k.   Hukum yang berlaku di daerah setempat

l.     Pertimbangan lainnya.[52]

     Lokasi merupakan objek fital dalam sebuah industri pariwisata yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihakdan untuk berbagai kepentingan salah satunya adalah kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Ada berbagai halyang dapat disumbangkan dengan adanya lokasi objek pariwisata bagi perekonomian penduduk lokal.[53]

     Berdasarkan tujuan di atas, dapat disimpulkan bahwa Indikator Keberhasilan  kepariwisataan adalah Pemerintahan memfasilitasi kegiatan pariwisata tersbut.dan membantu perekonomian masyarakatatau meningkatan pariwisata yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, sehingga dapat memperluas kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan asli daerah,pembangunan fasilitas sekitar wisata membaik  

6.   Pariwisata Dalam Perspektif Islam

Dalam Al-Quran banyak dijelaskan tujuan berwisata, diantara tujuan-tujuan tersebut adalah:

a.    Mengenal Sang Pencipta dan Meningkatkan Nilai Spiritual

b.   Berbisnis, membuka peluang usaha sebagai salah satu pemberdayaan potensi daerah

c.    Menambah Wawasan Keilmuan

d.   Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Kebersihan Hati.[54]

     Menurut islam manusia adalah makhluk paling mulia diantara makhluk makhluk lain. Akan tetapi islamjuga mengingatkan manusia hanyalah salah satu diantara sekian makhluk dari ciptaan Allah SWT, yang beradadiluar kemampuan manusia untuk menghitungnya. Manusia diberi akal pikiran hingga kedudukannya palingmulia daripada makhluk lain, sehingga kita mengetahui kisah Penciptaan Al-Quran yang bertujuan untukmemahami bahwa alam mempunyai banyak manfaat yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh manusiaseperti yang difirmankan oleh Allah:

.وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

  “Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya(sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaranAllah) bagi kaum yang berpikir (Q.S. Al-Jasiyah[45]: 13).

 

Allah memrintahkan kita untuk berpariwisata yang difirmankan oleh allah:

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ ١١

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” (Q.S. Al-An’nam[6]: 11).

 

Kita sebagai manusia selalu berusaha menjaga keimanannya agar tidak melemah dan terkikis. Diantara hal-halyang dapat melemahkan iman adalah mendekati tempat-tempat yang