Donghua, atau animasi Tiongkok, adalah salah satu bentuk seni visual yang telah berkembang selama berpuluh tahun. Meskipun mungkin tidak sepopuler anime Jepang atau manhwa Korea di kalangan penggemar global, donghua memiliki keunikan dan nilai budaya yang sangat kental. Dari cerita-cerita mitologis hingga adaptasi novel populer, donghua menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan media animasi lainnya. Banyak orang mungkin masih asing dengan istilah ini, tetapi sebenarnya donghua sudah ada sejak awal abad ke-20. Dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan industri hiburan digital, donghua kini semakin dikenal dan diminati oleh penonton di seluruh dunia.
Pengertian dasar dari donghua adalah “animasi” dalam bahasa Tiongkok, yang mengacu pada karya-karya animasi yang diproduksi di Tiongkok. Istilah ini sering digunakan untuk membedakan animasi Tiongkok dari anime (animasi Jepang) dan manhwa (komik Korea). Meski secara teknis, semua itu bisa disebut sebagai “animasi”, namun perbedaan budaya, gaya visual, dan genre membuat masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Donghua terkenal dengan penggunaan elemen-elemen tradisional Tiongkok seperti mitos, legenda, dan filosofi, serta adaptasi dari novel-novel populer yang berasal dari Tiongkok.
Sejarah donghua juga sangat panjang, mulai dari eksperimen awal di akhir abad ke-19 hingga menjadi industri besar yang mendunia saat ini. Karya-karya klasik seperti “Princess Iron Fan” dan “Havoc in Heaven” memberikan dasar bagi pengembangan animasi Tiongkok. Selain itu, kemajuan teknologi digital dan platform streaming telah membantu menyebarkan popularitas donghua ke seluruh dunia. Saat ini, banyak penggemar menikmati berbagai genre donghua, termasuk fantasi, romansa, dan petualangan. Dengan begitu banyak pilihan, donghua menjadi alternatif menarik bagi penggemar animasi yang ingin mengeksplorasi karya-karya dari Tiongkok.
Asal Usul Donghua
Donghua memiliki akar yang sangat dalam, bahkan sebelum istilah “animasi” sendiri populer. Pada awal abad ke-20, seniman-seniman Tiongkok mulai bereksperimen dengan teknik-teknik animasi sederhana. Salah satu film animasi pertama yang diakui secara luas adalah “Uproar in the Studio” yang dirilis pada tahun 1926. Meskipun masih kasar dalam teknik, karya ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan seni animasi di Tiongkok.
Perkembangan lebih lanjut terjadi pada masa pemerintahan Wan Brothers, yaitu empat saudara yang dianggap sebagai bapak animasi Tiongkok. Mereka menciptakan karya-karya klasik seperti “Princess Iron Fan” pada tahun 1941, yang terinspirasi dari novel klasik “Journey to the West”. Film ini tidak hanya memukau penonton domestik tetapi juga mendapatkan pengakuan internasional, bahkan disebut-sebut menginspirasi Walt Disney dalam pembuatan “Snow White and the Seven Dwarfs”.
Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, industri animasi Tiongkok mendapatkan dukungan negara. Studio Film Animasi Shanghai menjadi pusat produksi, menghasilkan berbagai film animasi berkualitas tinggi dengan gaya seni khas Tiongkok. Karya-karya seperti “Havoc in Heaven” (1961-1964), yang juga diadaptasi dari “Journey to the West”, menjadi ikon yang terus dikenang hingga kini karena visualnya yang memukau dan penceritaannya yang menarik.
Perkembangan Donghua di Era Digital
Meski memiliki sejarah yang panjang, donghua sempat mengalami pasang surut. Liberalisasi ekonomi dan masuknya animasi asing pada akhir abad ke-20 membawa tantangan baru. Industri animasi Tiongkok perlu beradaptasi dengan selera pasar yang berubah dan persaingan global yang semakin ketat. Namun, kebangkitan donghua yang kita saksikan saat ini adalah hasil dari investasi besar, kemajuan teknologi digital, dan munculnya generasi baru animator yang berani menggabungkan elemen tradisional dengan gaya modern.
Platform daring dan media sosial memainkan peran penting dalam menyebarkan popularitas donghua ke khalayak yang lebih luas, tidak hanya di Tiongkok tetapi juga di seluruh dunia. Saat ini, berbagai genre donghua bermunculan, mulai dari adaptasi novel web populer (seperti Douluo Dalu dan The King’s Avatar), kisah fantasi dan xianxia, hingga drama romantis dan komedi. Kualitas animasi yang semakin meningkat, narasi yang kaya, dan karakter-karakter yang menarik telah berhasil menarik perhatian jutaan penggemar.
Perbedaan Antara Donghua, Anime, dan Manhwa
Donghua, anime, dan manhwa adalah tiga bentuk media animasi yang berasal dari negara-negara Asia Timur. Meskipun secara teknis mereka bisa disebut sebagai “animasi”, masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan utama:
- Anime: Animasi Jepang yang dikenal dengan gaya visual ekspresif, mata besar, dan detail rumit. Genre yang populer meliputi fantasi, kehidupan sehari-hari, sci-fi, dan slice-of-life.
- Donghua: Animasi Tiongkok yang awalnya mengadaptasi teknik 2D klasik, tetapi kini banyak studio beralih ke CGI dan animasi 3D. Genre dominan adalah wuxia dan xianxia, yang menonjolkan seni bela diri, mitologi, dan kisah dewa.
- Manhwa: Komik Korea yang hadir dalam dua jenis, yaitu komik cetak klasik dan webtoon digital. Manhwa mengedepankan ilustrasi yang bersih, modern, dengan detail pakaian dan ekspresi karakter yang sederhana namun kuat.
Selain itu, perbedaan juga terletak pada cara membaca. Di Tiongkok daratan, komik biasanya dibaca dari kiri ke kanan, sedangkan di Taiwan dan Hong Kong, format tradisional dipertahankan: dibaca vertikal dari kanan ke kiri. Sementara itu, manhwa Korea modern—terutama webtoon—biasanya dibaca dari atas ke bawah, sesuai dengan pembacaan digital.
Genre Populer Donghua
Donghua menawarkan berbagai genre yang menarik, mulai dari fantasi hingga romansa. Berikut adalah beberapa genre populer:
- Xianxia: Genre fantasi yang terinspirasi dari tradisi Tiongkok, fokus pada kisah-kisah para tokoh spiritual dan dewa.
- Wuxia: Genre yang berpusat pada seni bela diri dan kisah-kisah pahlawan.
- Romansa: Karya-karya yang menggambarkan hubungan antara karakter-karakter utama.
- Petualangan: Cerita yang mengikuti petualangan tokoh utama dalam dunia fantasi atau sejarah.
- Komedi: Karya-karya yang menggunakan humor sebagai alat utama dalam penyampaian cerita.
Beberapa contoh donghua populer antara lain “Lord of Mysteries”, “To Be Hero X”, dan “Link Click”. Karya-karya ini menunjukkan betapa beragamnya genre dan tema yang bisa diangkat dalam donghua.
Peran Teknologi dalam Perkembangan Donghua
Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak besar terhadap industri donghua. Mulai dari penggunaan 3D dan CGI hingga pengembangan platform streaming, teknologi membantu meningkatkan kualitas animasi dan memperluas jangkauan audiens. Contohnya, “Lord of Mysteries” menggunakan teknik 3D yang memungkinkan visual yang lebih realistis, sementara “To Be Hero X” menggabungkan elemen 2D dan 3D untuk menciptakan kesan yang unik.
Selain itu, platform seperti Crunchyroll dan Bilibili memainkan peran penting dalam menyebarkan donghua ke seluruh dunia. Dengan akses yang mudah dan harga yang terjangkau, penggemar di luar Tiongkok kini bisa menikmati berbagai karya donghua tanpa harus mengunduh file yang berisiko.
Kesimpulan
Donghua adalah sebuah bentuk seni animasi yang kaya akan sejarah dan budaya. Dari eksperimen awal di layar sutra hingga animasi 3D yang memukau di layar digital, donghua terus berkembang dan menemukan tempatnya di panggung animasi global. Dengan penggunaan teknologi digital dan pertumbuhan industri hiburan, donghua kini semakin dikenal dan diminati oleh penonton di seluruh dunia. Bagi penggemar animasi yang ingin mengeksplorasi karya-karya dari Tiongkok, donghua adalah pilihan yang menarik dan kaya akan makna.





Komentar