Pengertian dan Sejarah Holland Bakery: Toko Kue Terkenal di Indonesia
Holland Bakery adalah salah satu merek toko roti dan kue yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dengan citra yang terkesan internasional, banyak orang mengira bahwa Holland Bakery berasal dari luar negeri, khususnya Belanda. Padahal, brand ini sepenuhnya didirikan oleh pelaku bisnis lokal dan telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia sejak beberapa dekade lalu.
Dikenal dengan cita rasa khas yang menggabungkan teknologi modern dengan selera lokal, Holland Bakery tidak hanya menawarkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga menjaga konsistensi dalam hal rasa, harga, dan pelayanan. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 1978, Holland Bakery telah berkembang pesat, membuka ribuan outlet di berbagai kota besar hingga kecil di Indonesia. Tidak hanya itu, Holland Bakery juga telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti Top Brand Award dan penghargaan lainnya yang menunjukkan popularitas dan kepercayaan publik terhadap merek ini.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang apa itu Holland Bakery, sejarahnya, peran pemiliknya, serta bagaimana merek ini berhasil bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar kuliner yang ketat. Selain itu, kita juga akan melihat bagaimana Holland Bakery memperluas jaringannya, memperhatikan kualitas produk, dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Sejarah Holland Bakery: Awal Mula dan Perkembangan
Holland Bakery pertama kali didirikan pada tahun 1978 oleh PT Mustika Citra Rasa, sebuah perusahaan lokal yang bermarkas di Jakarta Utara. Nama “Holland” dipilih sebagai simbol kualitas tinggi yang identik dengan roti dan kue Belanda, sementara desain logo kincir angin memberikan kesan unik dan mudah dikenali. Meskipun nama dan desain gerai terlihat seperti merek asing, Holland Bakery sebenarnya merupakan usaha lokal yang sukses dalam menggabungkan cita rasa Eropa dengan selera Indonesia.
Awalnya, Holland Bakery hanya memiliki satu cabang di Jalan Karang Bolong Raya, Jakarta Utara. Namun, dengan strategi pemasaran yang baik dan kualitas produk yang konsisten, merek ini segera mendapatkan perhatian publik. Pada tahun 1981, Holland Bakery melakukan ekspansi pertamanya dengan membuka gerai di Bandung, yang menjadi titik awal dalam memperluas jangkauan pasar di Indonesia.
Namun, perjalanan bisnis Holland Bakery tidak selalu mulus. Pada tahun 1987, PT Mustika Citra Rasa mengajukan pendaftaran merek “Holland Bakery”, tetapi ditolak oleh Ditjen Hak Cipta Paten dan Merek (HCPM) karena penggunaan nama negara asing. Setelah melalui sengketa merek yang berlarut-larut hingga tingkat kasasi pada 1988, mereka akhirnya berhasil mendaftarkan merek tersebut pada tahun 1990 untuk kelas 30, yang mencakup produk roti dan kue.
Selain itu, pada tahun 1993, HCPM memberikan merek “Holland Bakery” kepada pengusaha lain untuk kelas 42, yang mencakup layanan kafetaria dan katering. Hal ini memicu sengketa merek yang berlanjut hingga tahun 2000-an, hingga berbuntut penyegelan beberapa toko di Surabaya pada tahun 2015. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Holland Bakery tetap bertahan dan terus berkembang.
Peran Pemilik dan Keluarga Angsono dalam Pengembangan Bisnis
Holland Bakery dikelola oleh PT Mustika Citra Rasa dan merupakan bagian dari Jaringan Bisnis Grup Asaba, yang merupakan bagian dari keluarga Angsono. Keluarga ini telah membangun Holland Bakery dari awal hingga menjadi salah satu pelopor toko roti modern di Indonesia. Meskipun nama merek terdengar seperti asing, faktanya, Holland Bakery adalah hasil dari kiprah nyata pelaku usaha lokal.
Keluarga Angsono terus mengembangkan bisnis kuliner mereka melalui ekspansi Holland Bakery ke berbagai kota di Indonesia. Dengan kantor pusat yang berlokasi di Karang Bolong, Jakarta Utara, mereka berhasil memperluas jaringan bisnis dengan lebih dari 470 outlet aktif di berbagai kota besar, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Lampung, Batam, Pekanbaru, Makassar, Manado, Bali, Solo, Semarang, Balikpapan, dan Samarinda. Ekspansi ini tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap produk roti berkualitas, tetapi juga turut membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal di berbagai daerah.
Selain fokus pada ekspansi, keluarga Angsono juga memprioritaskan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan meningkatkan kesejahteraan serta keterampilan karyawan. Hal ini dilakukan demi memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan—dari rasa, pelayanan, hingga kepercayaan. Visi mereka adalah menciptakan produk yang sehat dan bergizi, berdasarkan rasa lokal, sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Keberhasilan dan Pertumbuhan Holland Bakery
Holland Bakery tidak hanya hadir sebagai toko roti biasa, tapi sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Sejak awal, toko roti ini punya tujuan yang jelas—menjadi pilihan utama untuk makanan berbasis roti yang disukai banyak orang di seluruh penjuru negeri. Untuk mencapai tujuan tersebut, Holland Bakery terus berusaha menciptakan berbagai produk roti yang sehat dan bergizi, berdasarkan rasa lokal.
Tidak hanya fokus pada rasa, Holland Bakery juga terus memperluas jangkauan dengan membuka toko-toko baru agar bisa lebih mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, Holland Bakery percaya bahwa kualitas layanan datang dari orang-orang di baliknya. Karena itu, peningkatan kesejahteraan dan keterampilan karyawan juga menjadi bagian penting dari misinya.
Keberhasilan Holland Bakery terlihat dari jumlah outlet yang semakin bertambah. Saat ini, jaringan toko rotinya telah tersebar di lebih dari 20 kota besar di Indonesia, dengan lebih dari 470 outlet aktif yang dikelola oleh 25 dapur pusat atau central kitchen. Wilayah operasionalnya mencakup Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Lampung, Batam, Pekanbaru, Makassar, Manado, Bali, Solo, Semarang, Balikpapan, dan Samarinda, serta terus berekspansi ke kota-kota lainnya, termasuk kota-kota kecil.
Konsistensi kualitas menjadi kunci keberhasilan Holland Bakery. Mengusung moto “Teratas Karena Kualitas,” Holland Bakery menjaga mutu produknya dari segi rasa, harga, tempat, hingga pelayanan. Seluruh produknya juga telah tersertifikasi halal oleh MUI, sehingga menambah kepercayaan dan kenyamanan konsumen dalam menikmati berbagai pilihan roti dan kue.
Penghargaan dan Prestasi yang Diraih
Prestasi Holland Bakery tidak berhenti di situ. Toko roti ini telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti Top Brand Award dari Frontier Consulting Group dan Marketing Magazine selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2015. Selain itu, pada tahun 2009, Holland Bakery juga dinobatkan sebagai “The Most Favourite and Popular Bakery” oleh Bakery Indonesia Magazine.
Penghargaan-penghargaan ini menunjukkan bahwa Holland Bakery tidak hanya dikenal oleh masyarakat luas, tetapi juga diakui oleh kalangan profesional dan industri kuliner. Keberadaan ratusan outletnya tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap produk roti berkualitas, tetapi juga turut membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal di berbagai daerah.
Selain itu, Holland Bakery juga terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan menggabungkan teknologi produksi roti modern dengan selera lokal, Holland Bakery berhasil menciptakan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga sesuai dengan tren gaya hidup sehat dan berkualitas.
Produk dan Menu Favorit di Holland Bakery
Holland Bakery tidak hanya dikenal dengan roti dan kue yang lezat, tetapi juga menawarkan berbagai menu jajanan pasar yang khas dan unik. Beberapa menu favorit yang sering dicari oleh pengunjung antara lain:
- Lemper ayam: Lemper ayam Holland Bakery memiliki tekstur pulen di bagian luar dan dalam, dengan isian daging ayam yang banyak dan terasa. Harganya Rp11.000 per buah.
- Risol ayam: Risol ayam memiliki tekstur kulit yang tidak terlalu tebal dan tidak berminyak, dengan isi yang juicy. Harganya sekitar Rp10.000 per buah.
- Wajik: Wajik Holland Bakery memiliki rasa gula jawa yang manis legit dan tekstur yang lembut. Harganya Rp7.000 per potong.
- Dadar gulung: Dadar gulung Holland Bakery memiliki kulit yang tidak pernah gagal, dengan isi kelapa parut yang manis dan harum. Harganya Rp8.000 per buah.
- Onde kacang hijau: Onde-onde kacang hijau memiliki isi yang kaya dan kulit yang elastis. Harganya Rp8.000 per buah.
Meskipun harga jajanan pasar di Holland Bakery lebih mahal dibandingkan lapak biasa, kualitas dan rasa yang diberikan membuat para pengunjung tidak pernah kecewa. Menu-menu ini menjadi salah satu alasan mengapa Holland Bakery tetap diminati oleh masyarakat.
Konsistensi dan Inovasi dalam Produksi
Holland Bakery terus berkomitmen untuk menjaga kualitas produknya dengan menggunakan teknologi produksi roti modern yang telah teruji. Proses produksi dilakukan di 25 dapur pusat atau central kitchen yang tersebar di berbagai kota, sehingga memastikan bahwa setiap produk yang dijual memiliki standar yang sama.
Selain itu, Holland Bakery juga terus berinovasi dalam menciptakan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya, mereka menyediakan berbagai varian roti dan kue yang rendah gula, rendah lemak, atau bebas gluten untuk memenuhi permintaan konsumen yang peduli dengan kesehatan.
Inovasi juga dilakukan dalam hal kemasan dan presentasi produk. Holland Bakery menawarkan kemasan yang lebih premium dan estetis, sehingga cocok untuk berbagai acara seperti ulang tahun, arisan, atau acara khusus lainnya. Hal ini memperkuat posisi Holland Bakery sebagai merek yang tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan.
Kesimpulan
Holland Bakery adalah salah satu merek toko roti dan kue yang paling dikenal di Indonesia. Dengan sejarah panjang dan perjalanan yang penuh tantangan, Holland Bakery berhasil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dikelola oleh keluarga Angsono, merek ini tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga terus berkembang dengan ekspansi ke berbagai kota dan inovasi dalam produk.
Dengan visi yang jelas dan komitmen terhadap kualitas, Holland Bakery terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu merek ternama di bidang kuliner. Dari rasa, pelayanan, hingga kemasan, setiap aspek dijaga agar dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Dengan demikian, Holland Bakery tidak hanya sekadar toko roti, tetapi juga simbol keberhasilan bisnis lokal yang mampu bersaing dengan merek-merek internasional.





Komentar