Penulis : Alfian Agus Renanda, Universitas Pamulang.
Editor : Qurrotul Aini
Rakyat Sipil, Opini – Penataan infrastruktur Kawasan Royal Kota Serang merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam upaya mewujudkan pusat kota yang tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan.
Kawasan ini memiliki posisi yang cukup vital sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Namun, kondisi infrastruktur yang ada saat ini masih menunjukkan berbagai persoalan, seperti kepadatan lalu lintas, trotoar yang kurang ramah pejalan kaki, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta penataan kawasan yang belum terintegrasi. Situasi tersebut membuat wajah kota terlihat kurang tertata dan belum mencerminkan karakter pusat kota yang nyaman dan representatif.
Menurut berbagai kajian dalam jurnal perencanaan kota dan pembangunan wilayah, keberhasilan sebuah pusat kota sangat dipengaruhi oleh kualitas infrastruktur publik yang mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Infrastruktur tidak hanya dipahami sebagai sarana fisik seperti jalan dan drainase, tetapi juga sebagai elemen pembentuk ruang kota yang memiliki nilai estetika dan sosial.
Dalam konteks Kawasan Royal, penataan infrastruktur seharusnya tidak lagi berorientasi pada kepentingan kendaraan bermotor semata, melainkan mulai mengedepankan kenyamanan pejalan kaki, aksesibilitas bagi semua kelompok, serta keindahan visual kawasan. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan kota berkelanjutan yang banyak dibahas dalam literatur akademik.
Opini saya, penataan infrastruktur di Kawasan Royal perlu dilakukan secara terpadu dan bertahap dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Perbaikan dan pelebaran trotoar, penambahan jalur hijau, penataan parkir, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti bangku, lampu jalan, dan ruang publik yang layak akan memberikan dampak besar terhadap kualitas kawasan.
Selain meningkatkan kenyamanan, langkah ini juga dapat mendorong aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga kawasan pusat kota menjadi lebih hidup dan menarik. Infrastruktur yang tertata dengan baik juga akan membangun citra positif Kota Serang sebagai kota yang peduli terhadap kualitas ruang publik.
Lebih jauh, aspek keberlanjutan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan penataan infrastruktur. Penggunaan material ramah lingkungan, sistem drainase yang mampu mengurangi genangan, serta penambahan ruang terbuka hijau merupakan upaya konkret untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan.
Jurnal-jurnal tentang kota berkelanjutan menegaskan bahwa pusat kota yang baik adalah kawasan yang mampu beradaptasi dengan perubahan, termasuk tantangan lingkungan dan pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu, penataan Kawasan Royal tidak boleh bersifat jangka pendek, melainkan harus dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
Secara keseluruhan, penataan infrastruktur Kawasan Royal Kota Serang merupakan strategi penting untuk membentuk pusat kota yang cantik, fungsional, dan berkelanjutan. Dengan mengacu pada kajian akademik dan memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat, kawasan ini berpotensi menjadi ikon baru Kota Serang.
Opini ini menegaskan bahwa keberhasilan penataan tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup, kenyamanan, dan kebanggaan masyarakat terhadap kotanya.





Komentar