Edukasi Pendidikan
Beranda » Blog » Apa Itu Literal? Pengertian dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

Apa Itu Literal? Pengertian dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

Dalam era digital yang semakin berkembang, istilah-istilah asing seperti “literally” sering kali muncul dalam percakapan sehari-hari, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Meskipun terdengar sederhana, kata ini memiliki makna yang cukup kompleks dan sering menimbulkan kebingungan. Apa itu literally? Bagaimana penggunaannya dalam konteks komunikasi modern? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian, asal usul, dan contoh penggunaan kata “literally” dalam bahasa Indonesia.

Kata “literally” berasal dari bahasa Inggris dan merupakan sebuah kata keterangan (adverb) yang berarti “secara harfiah” atau “benar-benar”. Istilah ini digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang dikatakan benar-benar terjadi, bukan hanya sekadar metafora atau hiperbola. Dalam bahasa Indonesia, “literally” sering diterjemahkan sebagai “secara harfiah”, “benar-benar”, atau “sungguh-sungguh”.

Penggunaan “literally” dalam percakapan sehari-hari sering kali memicu perdebatan, terutama karena maknanya bisa diartikan secara harfiah maupun secara metaforis. Di kalangan penutur bahasa Inggris, terutama yang lebih konservatif, penggunaan “literally” dalam arti hiperbola sering dianggap tidak tepat. Namun, di era digital dan media sosial, penggunaan “literally” dalam bentuk hiperbola sudah menjadi hal yang umum, terutama di kalangan generasi muda.

Di Indonesia, “literally” mulai banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan pengguna media sosial dan teknologi. Meskipun demikian, penting untuk memahami makna asli dari “literally” agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci mengenai pengertian “literally”, contoh penggunaannya, serta tips dalam menggunakan istilah ini dengan tepat.

Apa Itu Literally?

Kata “literally” adalah sebuah kata keterangan dalam bahasa Inggris yang berarti “secara harfiah” atau “benar-benar”. Kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang diucapkan atau ditulis memang sesuai dengan arti sebenarnya, bukan bermaksud kiasan, hiperbola, atau metafora. Dalam bahasa Indonesia, “literally” biasanya diterjemahkan sebagai “secara harfiah”, “benar-benar”, atau “sungguh-sungguh”.

Apa Itu Rawa Rontek? Penjelasan Lengkap Tentang Rawa Rontek di Indonesia

Contoh sederhana:

  • “I’m literally standing outside your door.”

    Artinya: Saya benar-benar berdiri di depan pintumu, bukan hanya bermaksud kiasan atau lelucon.

Penggunaan “literally” dalam bahasa Indonesia sering kali mengacu pada situasi nyata yang sangat jelas dan pasti. Misalnya, jika seseorang berkata, “Aku literally nggak tahu apa yang harus kukatakan,” maka maksudnya adalah orang tersebut benar-benar tidak tahu apa yang harus diucapkan, bukan hanya sedang bercanda atau berlebihan.

Namun, dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda, “literally” juga sering digunakan dalam arti hiperbola. Contohnya, “Saya literally mati ketawa saat melihat video itu.” Padahal, secara harfiah, orang tersebut tidak mati, tetapi hanya sangat tertawa keras. Penggunaan ini bisa menimbulkan kebingungan jika lawan bicara tidak memahami konteksnya.

Perbedaan Literally dan Figuratively

Untuk memahami “literally” dengan lebih baik, penting untuk mengetahui lawan katanya, yaitu “figuratively”. Kata “figuratively” berarti menyatakan sesuatu secara kiasan atau bukan secara harfiah. Sehingga, jika “literally” digunakan, maka pernyataan itu harus benar-benar terjadi, bukan hanya bahasa kiasan.

Contoh:

Apa Itu Remake? Pengertian dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

  • Literally: “He literally ran 10 kilometers this morning.”

    Artinya: Dia benar-benar berlari 10 km pagi ini.

  • Figuratively: “He’s figuratively on fire with all those achievements.”

    Artinya: Dia ‘seperti’ sedang sangat berprestasi, bukan benar-benar terbakar.

Dalam konteks teknologi dan media sosial, “literally” sering digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu benar-benar terjadi, bukan hanya sekadar berlebihan. Misalnya, dalam chat atau pesan singkat, seseorang mungkin berkata, “Ini aplikasi literally mengubah cara kita bekerja.” Maksudnya adalah aplikasi tersebut benar-benar memberikan perubahan besar dalam pekerjaan.

Namun, dalam komunikasi formal atau akademik, penggunaan “literally” dalam arti hiperbola sering dihindari agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Hal ini karena secara harfiah, “literally” berarti sesuatu yang benar-benar terjadi, sehingga jika dipakai sebagai hiperbola, bisa menimbulkan kebingungan.

Asal Usul dan Evolusi Penggunaan Literally

Kata “literally” berasal dari kata dasar “literal” yang berasal dari bahasa Latin “littera”, yang berarti huruf atau tulisan. Awalnya, “literally” digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu sesuai dengan arti kata per kata, atau arti asli dari sebuah teks.

Retorika pengertian dan contoh penggunaannya

Namun, sejak abad ke-18 dan 19, secara bertahap “literally” mulai dipakai dalam arti hiperbola oleh sebagian penutur bahasa Inggris. Contohnya, seseorang yang berkata “I literally died laughing” sebenarnya tidak mati secara harfiah, tapi hanya sangat tertawa keras. Penggunaan ini sering kali menimbulkan kontroversi di kalangan penutur bahasa Inggris yang lebih konservatif, khususnya dalam konteks formal seperti jurnal akademik atau dokumen hukum.

Di Indonesia, “literally” mulai banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan pengguna media sosial dan teknologi. Ini terjadi karena banyak gadget, aplikasi, dan konten teknologi yang menggunakan bahasa Inggris, sehingga istilah-istilah seperti “literally” ikut terbawa.

Penggunaan Literally dalam Bahasa Indonesia

Sebagai bahasa yang kaya akan penyerapan istilah asing, bahasa Indonesia juga mengadopsi kata “literally”, terutama dalam percakapan sehari-hari dan media sosial. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk penggunaan “literally” secara tepat agar tidak menimbulkan kebingungan.

Contoh penggunaan “literally” yang tepat dalam bahasa Indonesia:

  • “Aku literally nggak tahu apa yang harus kukatakan.”

    Artinya: Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kukatakan.

  • “Dia literally menangis sampai basah baju.”

    Artinya: Dia benar-benar menangis sampai bajunya basah.

Dalam konteks teknologi dan gadget, penggunaannya juga mulai muncul, terutama di kalangan pengguna muda dan penggiat media sosial. Contohnya:

  • “Smartphone ini literally mengubah cara kita berkomunikasi.”

    Artinya: Smartphone ini benar-benar mengubah cara kita berkomunikasi.

  • “Laptop baru saya literally ngebut dalam proses rendering video.”

    Artinya: Laptop saya benar-benar cepat dalam proses rendering video.

Namun, dalam komunikasi yang resmi, akademik, atau teknis, ada baiknya menghindari penggunaan “literally” dalam arti hiperbola agar tetap menjaga kejelasan dan keseriusan pesan. Hal ini karena secara harfiah, “literally” berarti sesuatu yang benar-benar terjadi, sehingga jika dipakai sebagai hiperbola, bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Kapan Sebaiknya Hindari Penggunaan Literally?

Dalam komunikasi yang resmi, akademik, atau teknis, sebaiknya hindari penggunaan “literally” dalam arti hiperbola. Hal ini karena secara harfiah, “literally” berarti sesuatu yang benar-benar terjadi, sehingga jika dipakai sebagai hiperbola, bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Misalnya, dalam laporan teknis atau dokumen hukum, penggunaan “literally” dalam arti hiperbola bisa membuat pembaca salah paham. Oleh karena itu, gunakan “literally” hanya untuk hal yang memang benar terjadi secara harfiah.

Selain itu, perhatikan audiens Anda. Jika Anda berbicara dengan orang yang lebih formal atau teknis, lebih baik hindari penggunaan “literally” dalam arti hiperbola. Jika ingin berlebihan atau bercanda, jelaskan konteksnya agar lawan bicara paham.

Literally dalam Konteks Teknologi dan Digital

Era digital dan teknologi telah membawa perubahan besar dalam bahasa. Istilah-istilah asing seperti “literally” menjalar cepat dari bahasa Inggris ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Ini terjadi karena banyak gadget, aplikasi, dan konten teknologi aslinya menggunakan bahasa Inggris, sehingga istilah-istilah tersebut ikut terbawa.

Dalam chat, media sosial, hingga forum diskusi teknologi, “literally” sering dipakai untuk menegaskan pernyataan yang sangat kuat atau fakta yang tidak bisa disangkal. Misalnya:

  • “This new update literally fixed all the bugs I was complaining about.”

    Artinya: Pembaruan baru ini benar-benar memperbaiki semua bug yang saya keluhkan.

  • “I literally can’t live without my smartwatch.”

    Artinya: Saya benar-benar tidak bisa hidup tanpa smartwatch saya.

Penggunaan seperti ini menambah ekspresi dan kesan serius atau dramatis dalam komunikasi teknologi sehari-hari.

Tips Menggunakan Literally Agar Tepat dan Efektif

Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba agar penggunaan “literally” tepat dan tidak menimbulkan salah paham:

  1. Gunakan “literally” hanya untuk hal yang memang benar terjadi secara harfiah. Jika Anda ingin berlebihan atau bercanda, jelaskan konteksnya agar lawan bicara paham.

  2. Perhatikan audiens. Untuk komunikasi formal, hindari pemakaian “literally” dalam arti hiperbola.

  3. Periksa konteks kalimat. Jangan sampai “literally” membuat kalimat menjadi ambigu atau menyesatkan.

  4. Gunakan secara bijak. Jangan terlalu sering menggunakan “literally” dalam percakapan sehari-hari, terutama jika tidak diperlukan.

  5. Jelaskan makna “literally”. Jika Anda berbicara dengan orang yang belum familiar dengan istilah ini, jelaskan maknanya agar tidak menimbulkan kebingungan.

Kesimpulan

Secara sederhana, “literally” adalah sebuah kata keterangan dalam bahasa Inggris yang berarti “secara harfiah” atau “benar-benar”. Kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang dikatakan sesuai dengan arti sebenarnya, bukan kiasan atau berlebihan. Dalam bahasa Indonesia, “literally” sudah mulai dipakai dalam komunikasi sehari-hari, terutama di kalangan pengguna teknologi dan media sosial.

Meskipun “literally” sering dipakai sebagai hiperbola, penting untuk memahami makna aslinya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, apalagi dalam konteks formal dan teknis. Dengan memahami penggunaan “literally” yang tepat, Anda bisa berkomunikasi lebih efektif dan jelas, terutama dalam lingkungan teknologi yang cepat berkembang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement