Apa Arti Kata ‘Denied’ dalam Bahasa Indonesia dan Penggunaannya
Dalam dunia bahasa, kata-kata asing sering kali menjadi tantangan bagi para pembelajar. Salah satu kata yang sering muncul dalam berbagai konteks adalah “denied”. Terutama bagi mereka yang sedang belajar bahasa Inggris atau mencari informasi mengenai makna kata tersebut, “denied” bisa menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa arti kata “denied” dalam bahasa Indonesia, bagaimana penggunaannya, serta contoh kalimat yang dapat membantu memahami konsep ini lebih baik.
Kata “denied” berasal dari kata kerja “deny”, yang memiliki arti menolak atau menyangkal sesuatu. Dalam bahasa Indonesia, “denied” umumnya diterjemahkan sebagai “dinafkah” atau “ditolak”. Namun, tergantung pada konteks, maknanya bisa bervariasi. Misalnya, dalam situasi hukum, “denied” bisa berarti “ditolak permohonan” atau “tidak diberikan hak”. Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari, “denied” bisa merujuk pada penolakan terhadap suatu keinginan atau harapan seseorang.
Penggunaan kata “denied” sangat luas, mulai dari percakapan sehari-hari hingga dokumen resmi. Dalam percakapan, seseorang mungkin mengatakan, “I was denied access to the room,” yang berarti “Saya ditolak masuk ke kamar tersebut.” Dalam konteks hukum, misalnya, “The court denied the request for a new trial,” yang berarti “Pengadilan menolak permintaan untuk persidangan ulang.”
Untuk memperjelas pemahaman, mari kita lihat beberapa contoh penggunaan kata “denied” dalam berbagai situasi. Pertama, dalam konteks percakapan, seseorang mungkin berkata, “She was denied the opportunity to speak,” yang berarti “Dia tidak diberi kesempatan untuk berbicara.” Kedua, dalam konteks bisnis, “The company denied the employee’s request for a promotion,” yang berarti “Perusahaan menolak permintaan karyawan untuk promosi.” Ketiga, dalam konteks hukum, “The judge denied the motion to dismiss the case,” yang berarti “Hakim menolak permohonan untuk menutup kasus tersebut.”
Selain itu, kata “denied” juga sering digunakan dalam konteks psikologis atau emosional. Misalnya, seseorang mungkin merasa “denied” jika perasaan atau keinginannya tidak diakui oleh orang lain. Contohnya, “He felt denied when his ideas were not taken seriously,” yang berarti “Dia merasa ditolak ketika ide-ide nya tidak dianggap serius.”
Dalam dunia teknologi dan internet, “denied” juga sering muncul, terutama dalam konteks akses atau keamanan. Misalnya, “The user was denied access to the system,” yang berarti “Pengguna ditolak akses ke sistem tersebut.” Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti username atau password yang salah, atau batasan akses yang diberlakukan oleh administrator.
Tidak hanya dalam bahasa Indonesia, tetapi juga dalam bahasa Inggris, kata “denied” memiliki makna yang sama. Dalam kamus KBBI, “denied” diterjemahkan sebagai “dinafkah” atau “ditolak”. Namun, dalam konteks tertentu, seperti dalam bidang hukum atau teknologi, maknanya bisa sedikit berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks penggunaan kata tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Selain itu, kata “denied” juga bisa digunakan dalam bentuk pasif. Contohnya, “The application was denied by the committee,” yang berarti “Permohonan tersebut ditolak oleh komite.” Dalam bentuk ini, subjeknya adalah objek yang ditolak, bukan orang yang melakukan penolakan. Hal ini menunjukkan bahwa kata “denied” bisa digunakan dalam berbagai struktur kalimat, baik aktif maupun pasif.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering mendengar atau menggunakan kata “denied” tanpa menyadari betapa luasnya penggunaannya. Misalnya, saat seseorang mengatakan, “I was denied my right to vote,” yang berarti “Saya ditolak hak pilih saya.” Atau, dalam konteks pendidikan, “The student was denied the chance to retake the exam,” yang berarti “Siswa tersebut ditolak kesempatan untuk mengikuti ujian ulang.”
Pemahaman tentang kata “denied” juga penting dalam berbagai bidang, seperti hukum, bisnis, teknologi, dan psikologi. Dalam hukum, penolakan bisa berdampak besar pada proses hukum dan hak seseorang. Dalam bisnis, penolakan terhadap permintaan bisa memengaruhi hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Dalam teknologi, penolakan akses bisa memengaruhi keamanan dan privasi data. Dan dalam psikologi, penolakan bisa memengaruhi rasa percaya diri dan motivasi seseorang.
Untuk memperluas wawasan, kita juga bisa melihat bagaimana kata “denied” digunakan dalam berbagai media. Misalnya, dalam berita, “The government denied the allegations of corruption,” yang berarti “Pemerintah menolak tuduhan korupsi.” Dalam film atau musik, “He was denied the role he wanted,” yang berarti “Dia ditolak peran yang dia inginkan.” Dalam tulisan ilmiah, “The hypothesis was denied by the experiment,” yang berarti “Hipotesis tersebut ditolak oleh eksperimen.”
Selain itu, dalam konteks sosial, “denied” bisa merujuk pada penolakan terhadap keinginan atau harapan seseorang. Misalnya, “She felt denied when her friend didn’t invite her to the party,” yang berarti “Dia merasa ditolak ketika temannya tidak mengundangnya ke pesta.” Ini menunjukkan bahwa penolakan bisa memiliki dampak emosional yang signifikan.
Dalam penuturan cerita atau fiksi, kata “denied” sering digunakan untuk menciptakan konflik atau ketegangan. Misalnya, “The hero was denied the treasure by the villain,” yang berarti “Hero tersebut ditolak harta karun oleh si jahat.” Dengan demikian, kata “denied” bisa menjadi alat untuk memperkuat narasi dan membangun karakter.
Secara keseluruhan, kata “denied” memiliki makna yang cukup luas dan bisa digunakan dalam berbagai konteks. Dalam bahasa Indonesia, “denied” umumnya diterjemahkan sebagai “dinafkah” atau “ditolak”. Namun, maknanya bisa bervariasi tergantung pada situasi dan lingkungan. Pemahaman yang baik tentang kata ini akan membantu dalam berkomunikasi secara efektif dan menghindari kesalahpahaman.
Untuk memperdalam pemahaman, kita juga bisa mencari referensi tambahan dari kamus online atau sumber-sumber tepercaya. Misalnya, situs KBBI daring (https://kbbi.web.id) memberikan definisi dan contoh penggunaan kata “denied” dalam bahasa Indonesia. Selain itu, berbagai artikel dan tutorial online juga bisa menjadi sumber informasi yang berguna.
Dengan demikian, kata “denied” bukan hanya sekadar kata dalam bahasa Inggris, tetapi juga memiliki makna yang relevan dalam bahasa Indonesia. Memahami arti dan penggunaannya akan memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Dengan begitu, kita bisa menggunakan kata ini dengan tepat dan efektif dalam berbagai situasi.





Komentar