Backpacker adalah istilah yang sering kita dengar dalam dunia perjalanan. Namun, apakah Anda benar-benar memahami arti sebenarnya dari kata ini? Bagi sebagian orang, backpacker mungkin hanya dianggap sebagai seseorang yang bepergian dengan tas ransel. Tapi sebenarnya, backpacker memiliki makna yang lebih dalam. Mereka bukan hanya sekadar turis biasa, melainkan individu yang mencari pengalaman hidup yang berbeda, menggali budaya, dan mengeksplorasi dunia dengan cara yang unik.
Pengertian backpacker tidak terbatas pada gaya berpakaian atau barang bawaan. Lebih dari itu, backpacker adalah seseorang yang menjalani perjalanan secara mandiri, hemat biaya, dan penuh petualangan. Dalam era digital saat ini, backpacker semakin populer karena memberikan kebebasan, fleksibilitas, dan kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung. Banyak orang kini memilih menjadi backpacker untuk merasakan sensasi berpetualang tanpa harus menguras kantong.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu backpacker, ciri-ciri yang dimiliki oleh seorang backpacker, serta bagaimana mereka berbeda dari traveler biasa. Selain itu, kami juga akan membahas berbagai jenis backpacker, tips menjadi backpacker yang sukses, dan apa saja yang harus dibawa saat melakukan perjalanan backpacker. Mari simak penjelasan lengkapnya!
Pengertian Backpacker
Backpacker adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu “backpack” yang berarti tas punggung. Secara harfiah, backpacker merujuk kepada seseorang yang melakukan perjalanan wisata dengan membawa perlengkapan penting dalam tas ransel. Namun, maknanya jauh lebih luas daripada sekadar membawa tas. Seorang backpacker biasanya melakukan perjalanan secara mandiri, tanpa bergantung pada agen perjalanan atau paket wisata yang sudah disusun.
Mereka cenderung menjelajahi tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi oleh turis lain, seperti daerah terpencil atau wilayah dengan budaya yang berbeda. Tujuan utama backpacker adalah untuk mendapatkan pengalaman hidup yang berharga, baik itu melalui interaksi dengan penduduk setempat, eksplorasi alam, maupun belajar tentang budaya baru. Dalam banyak kasus, backpacker juga mengutamakan anggaran yang terbatas, sehingga mereka sering kali memilih transportasi umum, akomodasi murah, dan makanan lokal.
Sejarah istilah backpacker bermula pada tahun 1960-an ketika kelompok muda, terutama dari Eropa dan Amerika Utara, mulai melakukan perjalanan dengan gaya independen. Mereka dikenal sebagai “Hippies” yang mengembara dengan ransel di punggung dan mencari pengalaman spiritual serta sosial. Gaya perjalanan mereka menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, hingga saat ini, backpacker tetap menjadi tren dalam dunia pariwisata.
Prinsip Utama Seorang Backpacker
Seorang backpacker memiliki prinsip-prinsip yang menjadi panduan dalam menjalani gaya perjalanan ini. Berikut adalah empat prinsip utama yang sering dipegang oleh para backpacker:
1. Independen atau Mandiri
Backpacker biasanya tidak bergantung pada agen perjalanan atau paket wisata yang sudah dirancang. Mereka lebih suka merencanakan perjalanan sendiri, termasuk menentukan tujuan, makanan yang akan dinikmati, dan akomodasi yang akan digunakan. Meskipun demikian, mereka tidak selalu harus melakukan perjalanan sendirian; bisa saja bergabung dengan grup open trip atau teman-teman.
2. Travel Light atau Mengemas Barang dengan Beban Ringan
Salah satu ciri khas backpacker adalah membawa barang yang minimalis. Mereka cenderung menggunakan ransel atau backpack alih-alih koper besar. Biasanya, hanya barang-barang dasar seperti pakaian, perlengkapan mandi, dan alat makan yang dibawa. Hal ini dilakukan agar perjalanan lebih mudah dan hemat.
3. Educated atau Berpendidikan
Meski tidak selalu terlihat, seorang backpacker sering kali memiliki kemampuan belajar dan adaptasi yang tinggi. Mereka tidak selalu membutuhkan pemandu dan lebih suka mengandalkan GPS atau peta untuk navigasi. Kemampuan komunikasi yang baik juga sangat penting, terutama ketika berinteraksi dengan penduduk setempat.
4. Travel Cheap atau Berwisata dengan Biaya Terjangkau
Backpacker biasanya menjaga pengeluaran tetap rendah. Mereka memilih transportasi umum, akomodasi murah, dan makanan lokal untuk menghemat biaya. Di masa lalu, banyak backpacker yang menggunakan metode “hitchhiking” (meminta tumpangan dari kendaraan orang lain) untuk mengurangi biaya perjalanan.
Dengan mematuhi prinsip-prinsip ini, seorang backpacker dapat menjalani perjalanan yang bermakna, hemat, dan penuh petualangan.
Jenis-Jenis Backpacker
Tidak semua backpacker memiliki gaya atau tujuan yang sama. Ada beberapa jenis backpacker yang muncul seiring berkembangnya tren perjalanan. Berikut adalah beberapa jenis backpacker yang umum ditemui:
1. Flashpacker
Flashpacker adalah jenis backpacker yang tidak terlalu fokus pada anggaran terbatas. Mereka lebih mengutamakan pengalaman dan kenyamanan. Flashpacker ingin merasakan pengalaman baru yang berkesan, meskipun itu membutuhkan biaya yang lebih besar. Mereka tidak hanya ingin hemat, tetapi juga ingin menikmati perjalanan dengan nyaman.
2. Gap-packer
Gap-packer adalah backpacker yang melakukan perjalanan dalam waktu singkat, biasanya selama cuti kerja atau liburan sekolah. Mereka tetap mengikuti konsep backpacker, yaitu berhemat dan mandiri, tetapi hanya dalam jangka waktu yang terbatas. Gap-packer seringkali memanfaatkan waktu luang untuk menjelajahi dunia.
3. Megaloping
Megaloping adalah jenis backpacker yang hanya menggunakan transportasi umum sebagai sarana utama untuk berpindah-pindah. Mereka tidak menyewa kendaraan pribadi atau bergabung dengan tur. Megaloping lebih suka mencari informasi sendiri tentang rute dan jadwal angkutan umum di lokasi yang akan dikunjungi.
4. The Humanitarian
Jenis backpacker ini melakukan perjalanan dengan niat tulus untuk memberikan bantuan kepada orang lain tanpa pamrih. Mereka sering kali terlibat dalam proyek sosial, bantuan bencana, atau kegiatan sukarelawan. Perjalanan mereka bukan hanya tentang eksplorasi, tetapi juga tentang memberikan dampak positif.
5. Couple Backpacker
Perjalanan backpacker tidak selalu dilakukan sendirian. Couple backpacker adalah pasangan yang melakukan perjalanan bersama. Mereka menikmati pengalaman berkelana dengan orang yang dicintai, meskipun ada tantangan yang muncul dalam prosesnya.
Setiap jenis backpacker memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, tetapi semuanya tetap mengedepankan kebebasan, petualangan, dan pengalaman hidup yang berharga.
Tips Menjadi Seorang Backpacker
Menjadi backpacker membutuhkan persiapan yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu Anda menjadi backpacker yang sukses:
1. Lakukan Riset
Sebelum berangkat, lakukan riset mengenai destinasi yang akan dikunjungi. Kumpulkan informasi tentang transportasi, akomodasi, kuliner, dan tempat wisata. Riset yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan biaya.
2. Buat Rencana Perjalanan Secara Detail
Susun itinerary yang rinci untuk membantu Anda mengatur waktu dan rute perjalanan. Meski belum pernah mengunjungi destinasi tersebut sebelumnya, itinerary akan menjadi panduan yang sangat berguna selama perjalanan.
3. Bawa Barang Sesuai Kebutuhan
Kemudahan mobilisasi dan penghematan dalam perjalanan tidak dapat dicapai jika Anda membawa terlalu banyak barang. Pastikan bahwa Anda hanya membawa barang yang benar-benar diperlukan untuk perjalanan tersebut.
4. Lakukan Perjalanan Sesuai Rencana yang Telah Dibuat
Pastikan bahwa perjalanan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dengan menjalankan rencana ini, perjalanan akan berjalan dengan mulus, anggaran tetap terkendali, dan pengalaman liburan menjadi lebih menyenangkan.
Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda bisa menjalani perjalanan backpacker yang menyenangkan dan berkesan.
Perbedaan Antara Backpacker dan Traveler
Meskipun istilah “backpacker” dan “traveler” sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara backpacker dan traveler:
1. Tujuan Perjalanan
Backpacker biasanya melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman hidup yang berbeda, menggali budaya, dan mengeksplorasi dunia. Mereka lebih fokus pada petualangan dan pembelajaran. Sementara itu, traveler biasanya melakukan perjalanan untuk tujuan bisnis, rekreasi, atau kunjungan ke keluarga. Mereka lebih mengutamakan kenyamanan dan pengalaman yang terstruktur.
2. Anggaran
Backpacker cenderung menjaga pengeluaran tetap rendah, memilih transportasi umum, akomodasi murah, dan makanan lokal. Traveler, di sisi lain, sering kali menggunakan anggaran yang lebih besar untuk mendapatkan kenyamanan dan fasilitas yang lebih baik.
3. Gaya Perjalanan
Backpacker lebih mandiri dan spontan, sering kali melakukan perjalanan tanpa perencanaan matang. Mereka lebih suka mengambil jalan yang tidak terduga dan mengeksplorasi tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi. Traveler, sebaliknya, biasanya merencanakan perjalanan dengan rapi dan terjadwal.
4. Interaksi dengan Penduduk Setempat
Backpacker sering kali berinteraksi langsung dengan penduduk setempat, mencoba makanan lokal, dan ikut serta dalam acara budaya. Traveler, meski juga bisa berinteraksi, cenderung lebih fokus pada tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh turis.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa memilih gaya perjalanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.
Ciri-Ciri Seorang Backpacker
Seorang backpacker memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari pelancong lain. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang umum ditemui pada seorang backpacker:
1. Mandiri dan Tidak Bergantung pada Paket Wisata
Backpacker biasanya tidak menggunakan paket wisata yang sudah disusun oleh agen perjalanan. Mereka lebih suka merencanakan perjalanan sendiri, termasuk menentukan tujuan, makanan, dan akomodasi.
2. Membawa Barang Minimalis
Backpacker cenderung membawa barang yang sedikit dan praktis. Mereka menggunakan ransel atau backpack alih-alih koper besar, sehingga perjalanan lebih ringan dan mudah.
3. Berhemat dan Menggunakan Anggaran Terbatas
Salah satu ciri utama backpacker adalah mengutamakan anggaran yang terbatas. Mereka memilih transportasi umum, akomodasi murah, dan makanan lokal untuk menghemat biaya.
4. Suka Petualangan dan Eksplorasi
Backpacker sering kali mencari pengalaman yang berbeda, seperti menjelajahi daerah terpencil, mengikuti aktivitas outdoor, atau berinteraksi dengan penduduk setempat.
5. Mengutamakan Pengalaman Budaya
Backpacker tidak hanya ingin melihat tempat, tetapi juga ingin memahami budaya setempat. Mereka sering kali mencoba makanan lokal, menghadiri acara budaya, dan berbicara dengan penduduk setempat.
Dengan ciri-ciri ini, seorang backpacker bisa menjalani perjalanan yang bermakna, hemat, dan penuh petualangan.
Tips Liburan Nyaman dengan Backpacker
Liburan dengan gaya backpacker adalah salah satu cara untuk menikmati perjalanan dengan hemat dan menyenangkan. Namun, sebagai backpacker pemula, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal agar liburan Anda berjalan lancar dan nyaman. Berikut adalah beberapa tips liburan dengan backpackeran yang bisa Anda coba:
1. Tentukan Budget dan Destinasi yang Sesuai
Sebelum berangkat, Anda harus menentukan berapa budget yang Anda siapkan untuk liburan dan destinasi mana yang ingin Anda kunjungi. Cari tahu informasi tentang biaya transportasi, penginapan, makanan, dan tiket masuk tempat wisata di destinasi pilihan Anda. Sesuaikan budget dengan kebutuhan dan jangan tergoda untuk menghambur-hamburkan uang.
2. Susun Itinerary yang Fleksibel
Itinerary adalah rencana perjalanan yang berisi jadwal, lokasi, dan aktivitas yang akan Anda lakukan selama liburan. Itinerary akan membantu Anda mengatur waktu dan rute perjalanan dengan lebih efisien. Namun, jangan membuat itinerary yang terlalu kaku dan tidak memberi ruang untuk improvisasi. Jadilah fleksibel dan siap menghadapi situasi yang tidak terduga.
3. Bawa Barang Sepersenya
Salah satu kunci backpackeran adalah membawa barang yang minimalis dan praktis. Usahakan untuk membawa satu ransel atau koper yang bisa menampung semua barang bawaan Anda. Pilihlah barang yang penting dan sering Anda gunakan, seperti pakaian, perlengkapan mandi, obat-obatan, kamera, dan charger. Hindari membawa barang yang berat, mudah rusak, atau tidak perlu, seperti laptop, perhiasan, atau buku.
4. Bawa Botol Minum Sendiri
Air minum adalah kebutuhan yang sangat penting selama liburan. Namun, membeli air minum di tempat wisata bisa menguras budget Anda. Untuk menghemat uang, bawalah botol minum sendiri yang bisa Anda isi ulang di tempat-tempat yang menyediakan air minum gratis, seperti hotel, restoran, atau pom bensin. Selain itu, membawa botol minum sendiri juga bisa mengurangi sampah plastik yang merusak lingkungan.
5. Gunakan Transportasi Umum
Transportasi umum adalah pilihan yang paling murah dan mudah untuk backpacker. Anda bisa menggunakan bus, kereta, kapal, atau pesawat tergantung pada jarak dan tujuan perjalanan Anda. Cari tahu informasi tentang jadwal, rute, dan harga tiket transportasi umum di destinasi yang Anda kunjungi. Jika perlu, beli tiket secara online untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan menghindari antrean.
6. Cari Penginapan yang Murah dan Nyaman
Penginapan adalah salah satu biaya terbesar dalam liburan. Untuk menghemat uang, carilah penginapan yang murah dan nyaman, seperti hostel, guesthouse, atau homestay. Anda bisa mencari penginapan melalui situs-situs online, seperti Traveloka, Agoda, Tiket, dll. Pilihlah penginapan yang dekat dengan tempat wisata atau transportasi umum agar lebih praktis. Jangan lupa untuk membaca ulasan dan testimoni dari pengunjung sebelumnya untuk mengetahui kualitas dan fasilitas penginapan.
7. Nikmati Makanan Lokal
Makanan adalah salah satu hal yang bisa membuat liburan Anda lebih berkesan. Sebagai backpacker, Anda harus mencoba makanan lokal yang khas dan lezat di destinasi yang Anda kunjungi. Anda bisa mencari makanan di tempat-tempat yang ramai dikunjungi oleh penduduk lokal, seperti warung, pasar, atau kaki lima. Selain lebih murah, makanan lokal juga lebih autentik dan bervariasi. Jangan takut untuk mencoba makanan yang belum pernah Anda coba sebelumnya, asalkan Anda yakin bahwa makanan itu halal dan bersih.
8. Bersikap Ramah dan Sopan
Orang-orang yang sedang backpakeran biasanya suka berinteraksi dengan orang-orang baru, baik sesama backpacker maupun penduduk lokal. Oleh karena itu, Anda harus bersikap ramah dan sopan saat berkomunikasi dengan orang lain. Hormati budaya dan adat istiadat setempat, jangan mengganggu atau menyinggung orang lain, dan minta izin sebelum mengambil foto atau video. Jika Anda bisa berbahasa setempat, gunakanlah bahasa itu untuk berbicara. Jika tidak, gunakanlah bahasa Inggris atau bahasa isyarat untuk berkomunikasi.
9. Memanfaatkan Jasa Biro Travel
Memanfaatkan jasa layanan biro travel untuk mengurus segala kebutuhan akan membuat perjalanan backpakeran menjadi lebih mudah dan nyaman. Penginapan, transportasi, dan tiket destinasi wisata sudah diurus oleh biro travelnya. Anda cukup mengikuti itinerary yang sudah dibuat oleh biro. Itu semua bisa Anda dapatkan di Salsa Wisata, biro travel profesional yang telah melayani ribuan tamu selama belasan tahun. Salsa Wisata selalu berkomitmen membuat liburan pelanggan menjadi pengalaman yang berkesan.
Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda bisa menjalani perjalanan backpacker yang menyenangkan dan berkesan.





Komentar