Apa Itu Tujuan Wawancara dan Mengapa Penting Diketahui?
Dalam dunia komunikasi, wawancara menjadi salah satu metode yang paling efektif untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber utama. Baik dalam konteks bisnis, jurnalistik, psikologi, atau pendidikan, wawancara sering kali digunakan sebagai alat untuk menggali data, memahami perspektif, atau mengevaluasi kualifikasi seseorang. Namun, meskipun begitu umumnya digunakan, banyak orang masih belum sepenuhnya memahami apa sebenarnya tujuan wawancara dan bagaimana pentingnya memahami hal ini.
Tujuan wawancara bisa bervariasi tergantung pada konteks penggunaannya. Dalam sebuah wawancara kerja, misalnya, tujuannya mungkin adalah untuk menilai kemampuan dan kepribadian calon karyawan. Sementara itu, dalam wawancara jurnalistik, tujuannya lebih berfokus pada pengumpulan informasi dan penyampaian berita kepada publik. Meski demikian, inti dari semua jenis wawancara adalah untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan cara yang efisien dan efektif.
Memahami tujuan wawancara tidak hanya membantu penanya dalam merancang pertanyaan yang tepat, tetapi juga memastikan bahwa proses wawancara berjalan sesuai rencana. Tanpa tujuan yang jelas, wawancara bisa menjadi tidak terarah, menghabiskan waktu, dan bahkan gagal mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, penting bagi siapa pun yang akan melakukan wawancara untuk memahami secara mendalam apa yang ingin dicapai melalui proses tersebut.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai aspek terkait tujuan wawancara, mulai dari definisi dan fungsi dasar hingga contoh nyata dalam berbagai bidang. Kami juga akan membahas mengapa pemahaman tentang tujuan wawancara sangat penting, serta bagaimana cara merancang wawancara yang efektif berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.
Apa Itu Tujuan Wawancara?
Secara umum, tujuan wawancara merujuk pada keinginan atau maksud yang ingin dicapai melalui proses wawancara. Tujuan ini bisa bersifat spesifik atau umum, tergantung pada situasi dan kebutuhan yang ada. Dalam kamus Bahasa Indonesia, kata “tujuan” didefinisikan sebagai arah, maksud, atau kehendak yang ingin dicapai. Dengan demikian, dalam konteks wawancara, tujuan adalah hal yang ingin diraih oleh pelaku wawancara, baik itu penanya maupun responden.
Tujuan wawancara bisa berupa:
- Mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap
- Menyelidiki suatu masalah atau peristiwa
- Mengevaluasi kualifikasi seseorang
- Memahami perspektif atau pandangan individu
- Mengumpulkan data untuk analisis atau laporan
- Menyampaikan pesan atau informasi kepada audiens
Setiap jenis wawancara memiliki tujuan yang berbeda-beda. Misalnya, dalam wawancara kerja, tujuan utamanya adalah untuk menilai apakah calon karyawan cocok dengan posisi yang ditawarkan. Sedangkan dalam wawancara investigatif, tujuannya mungkin adalah untuk menemukan fakta-fakta terkait suatu kasus atau isu.
Pemahaman akan tujuan wawancara sangat penting karena membantu penanya dalam menentukan jenis pertanyaan yang harus diajukan, durasi wawancara, dan cara berkomunikasi dengan responden. Jika tujuan tidak jelas, wawancara bisa menjadi tidak efektif dan tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Fungsi Utama Tujuan Wawancara
Tujuan wawancara memiliki beberapa fungsi utama yang berkontribusi pada keberhasilan proses komunikasi antara penanya dan responden. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari tujuan wawancara:
-
Mengarahkan Proses Wawancara
Tujuan wawancara bertindak sebagai pedoman untuk memandu seluruh proses wawancara. Dengan tujuan yang jelas, penanya dapat menyiapkan pertanyaan yang relevan dan menghindari pembicaraan yang tidak terkait. Hal ini memastikan bahwa wawancara berjalan lancar dan efisien. -
Menentukan Jenis Pertanyaan
Setiap tujuan wawancara memerlukan jenis pertanyaan yang berbeda. Misalnya, jika tujuannya adalah untuk mengevaluasi keterampilan teknis, maka pertanyaan yang diajukan harus fokus pada aspek teknis tersebut. Sebaliknya, jika tujuannya adalah untuk memahami perspektif seseorang, pertanyaan yang diajukan bisa lebih terbuka dan fleksibel. -
Meningkatkan Kualitas Data yang Diperoleh
Tujuan wawancara membantu menentukan jenis data yang ingin dikumpulkan. Dengan tujuan yang jelas, penanya dapat memastikan bahwa data yang diperoleh akurat, relevan, dan berguna untuk tujuan yang dimaksud. -
Membantu Responden Memahami Konteks Wawancara
Ketika responden tahu tujuan wawancara, mereka cenderung lebih terbuka dan jujur dalam menjawab pertanyaan. Hal ini meningkatkan kualitas jawaban dan memperkuat hubungan antara penanya dan responden. -
Mengukur Keberhasilan Wawancara
Tujuan wawancara juga menjadi acuan untuk mengevaluasi apakah wawancara berhasil mencapai hasil yang diharapkan. Jika tujuan sudah jelas, penanya dapat menilai apakah informasi yang diperoleh cukup atau perlu dilakukan wawancara tambahan.
Contoh Tujuan Wawancara dalam Berbagai Bidang
Tujuan wawancara sangat bervariasi tergantung pada konteks penggunaannya. Berikut adalah beberapa contoh tujuan wawancara dalam berbagai bidang:
1. Wawancara Kerja
Tujuan utama dari wawancara kerja adalah untuk mengevaluasi apakah calon karyawan cocok dengan posisi yang ditawarkan. Penanya biasanya mencari informasi tentang pengalaman kerja, keterampilan, motivasi, dan kepribadian calon karyawan. Tujuan ini membantu perusahaan memilih kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi.
2. Wawancara Jurnalistik
Dalam wawancara jurnalistik, tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan objektif untuk disajikan kepada publik. Penulis jurnalisme biasanya ingin memahami sudut pandang atau perspektif seseorang terkait suatu isu atau peristiwa.
3. Wawancara Psikologis
Tujuan dari wawancara psikologis biasanya adalah untuk memahami kondisi mental atau emosional seseorang. Psikolog menggunakan wawancara untuk mengidentifikasi masalah psikologis, menggali informasi tentang riwayat hidup, dan menentukan diagnosis yang tepat.
4. Wawancara Akademis
Dalam wawancara akademis, tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan data untuk penelitian atau studi. Peneliti sering menggunakan wawancara untuk memperoleh informasi yang tidak bisa diperoleh melalui metode lain seperti survei atau observasi.
5. Wawancara Investigatif
Tujuan dari wawancara investigatif adalah untuk menemukan fakta atau informasi yang relevan dalam suatu kasus. Investigator menggunakan wawancara untuk menyelidiki peristiwa, mengidentifikasi saksi, dan mengumpulkan bukti.
Mengapa Memahami Tujuan Wawancara Penting?
Memahami tujuan wawancara adalah langkah penting yang bisa memengaruhi keberhasilan keseluruhan proses. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pemahaman ini sangat penting:
-
Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas
Dengan tujuan yang jelas, penanya dapat merancang wawancara yang lebih efisien dan efektif. Tujuan yang jelas memastikan bahwa setiap pertanyaan yang diajukan memiliki tujuan yang jelas dan tidak sia-sia. -
Mencegah Kesalahan Interpretasi
Jika tujuan wawancara tidak jelas, responden mungkin tidak memahami apa yang diminta. Hal ini bisa menyebabkan jawaban yang tidak relevan atau kurang akurat. Dengan tujuan yang jelas, responden lebih mudah memahami konteks wawancara. -
Meningkatkan Kualitas Jawaban
Tujuan wawancara yang jelas membantu responden memberikan jawaban yang lebih lengkap dan akurat. Saat responden tahu tujuan wawancara, mereka cenderung lebih terbuka dan jujur dalam berbicara. -
Membantu Penyusunan Laporan atau Analisis
Tujuan wawancara yang jelas memudahkan penanya dalam menyusun laporan atau analisis berdasarkan informasi yang diperoleh. Dengan tujuan yang terstruktur, data yang diperoleh bisa diproses dengan lebih mudah. -
Membangun Hubungan yang Lebih Baik
Pemahaman akan tujuan wawancara membantu penanya membangun hubungan yang lebih baik dengan responden. Saat responden merasa bahwa wawancara memiliki tujuan yang jelas dan bermanfaat, mereka cenderung lebih percaya dan kooperatif.
Cara Merancang Wawancara Berdasarkan Tujuan
Merancang wawancara yang efektif membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang tujuan wawancara. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk merancang wawancara berdasarkan tujuan yang telah ditentukan:
-
Tentukan Tujuan Secara Spesifik
Pastikan tujuan wawancara jelas dan spesifik. Misalnya, jika tujuannya adalah untuk mengevaluasi keterampilan teknis, pastikan pertanyaan yang diajukan fokus pada aspek teknis tersebut. -
Identifikasi Jenis Pertanyaan yang Sesuai
Sesuaikan jenis pertanyaan dengan tujuan wawancara. Untuk tujuan evaluasi, gunakan pertanyaan tertutup. Untuk tujuan pengumpulan informasi, gunakan pertanyaan terbuka. -
Siapkan Daftar Pertanyaan yang Terstruktur
Susun daftar pertanyaan secara terstruktur agar wawancara berjalan lancar. Pastikan setiap pertanyaan memiliki tujuan yang jelas dan tidak terlalu ambigu. -
Pastikan Waktu yang Cukup
Tentukan durasi wawancara sesuai dengan kompleksitas tujuan. Jika tujuan wawancara rumit, pastikan waktu yang dialokasikan cukup untuk menggali informasi yang dibutuhkan. -
Uji Coba Wawancara Sebelum Pelaksanaan
Lakukan uji coba wawancara untuk memastikan bahwa pertanyaan yang diajukan sudah tepat dan tidak menimbulkan kebingungan. -
Catat Hasil Wawancara dengan Rinci
Pastikan hasil wawancara dicatat dengan rinci dan sistematis. Hal ini memudahkan analisis dan penyusunan laporan berdasarkan tujuan wawancara.
Kesimpulan
Tujuan wawancara adalah elemen penting yang harus dipahami oleh siapa pun yang akan melakukan wawancara. Dengan tujuan yang jelas, wawancara bisa berjalan lebih efisien, efektif, dan memberikan hasil yang bermanfaat. Tujuan wawancara tidak hanya membantu penanya dalam merancang pertanyaan yang tepat, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang diperoleh akurat dan relevan.
Dalam berbagai bidang, tujuan wawancara memiliki peran yang berbeda-beda, tetapi prinsip dasarnya tetap sama: untuk mencapai suatu maksud tertentu dengan cara yang efisien dan efektif. Dengan memahami tujuan wawancara, kita bisa memastikan bahwa setiap wawancara yang dilakukan memiliki makna dan manfaat yang jelas.
Jadi, sebelum melakukan wawancara, pastikan Anda sudah mengetahui dengan jelas tujuan wawancara yang ingin dicapai. Dengan demikian, Anda tidak hanya akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih baik dengan responden.





Komentar