Proses pengambilan nomor urut Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 24 April 2026 di Djakarta Teather menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Pemilihan Caketum HIPMI.
Dari hasil pengundian tersebut, empat kandidat resmi memperoleh nomor urut, yakni Reynaldo Bryan (1), Adejona Prasetyo (2), Afiefuddin S. Kalla (3), dan Anthony Leong (4).
Menariknya, nomor urut 4 yang kemudian dianggap menjadi posisi terakhir yang diperoleh Anthony Leong justru dimaknai sebagai simbol kekuatan dan penyempurnaan.
Salah satu tim sukses AL, Muhammad Irsyad yang dihubungi melalui saluran telepon menilai bahwa nomor urut 4 bukan sekadar posisi administratif, melainkan memiliki makna filosofis yang dalam pada konteks pertarungan merebut kepemimpinan.
“Saya yakin sewaktu pengambilan nomor urut kemarin, dan keluar nomor 4 yang artinya kita peroleh nomor urut terakhir. Itu artinya kitalah simbol penyempurnaan dari semua yang ada, sehingga kita berada di paling belakang menggambarkan ini barang yang paling final(sempurna),” ujar sosok yang disapa MKJ ini.
Ia juga menambahkan bahwa posisi terakhir mencerminkan finalitas sekaligus kesiapan penuh untuk memimpin organisasi ke depan.
“Itu artinya tidak ada lagi setelah kita, kitalah yang paling paten, angka terakhir kan identik dengan selesai itu barang, kan begitu. Pilihan terakhir lah yang paling konkrit karena setelahnya gada lagi, cukup udah itu aja” lanjutnya.
Dengan hasil nomor urut tersebut, kubu Anthony Leong tetap menunjukkan optimisme tinggi. Mereka meyakini bahwa posisi terakhir justru menjadi momentum untuk tampil sebagai penutup yang kuat dalam setiap rangkaian tahapan pemilihan.
Narasi “penyempurnaan” yang disampaikan dinilai sebagai strategi untuk membangun citra kepemimpinan yang matang dan siap mengakomodasi berbagai kepentingan anggota HIPMI ke depan.
Pemilihan Ketua Umum HIPMI sendiri diprediksi akan berlangsung kompetitif, mengingat keempat kandidat memiliki latar belakang dan basis dukungan yang kuat di kalangan pengusaha muda Indonesia.
Ke depan, publik HIPMI akan menilai bukan hanya dari nomor urut, tetapi dari visi besar serta kemampuan masing-masing kandidat dalam membawa organisasi menuju arah yang lebih progresif dan inklusif.





Komentar