Wajah pelayanan publik di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cilegon kini diwarnai sentuhan baru dari kalangan akademisi muda.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak (PMB), Vadia Rowatul Zahara dan Muhammad Hilmi Habibi, mahasiswa Program Studi Desain Interior, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, resmi menjalani masa magang di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, tepatnya di DPRKP, selama empat bulan terhitung sejak April hingga Juli 2026.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif yang mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah secara langsung ke dalam praktik kerja nyata, sekaligus memberikan kontribusi konkret bagi mitra maupun masyarakat.
Bagi kedua mahasiswa ini, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk membuktikan bahwa disiplin desain interior tidak melulu berbicara soal estetika ruang, tetapi juga dapat berperan dalam menata ruang pelayanan publik agar lebih fungsional, ramah pengguna, dan representatif.
Bagi Vadia dan Hilmi, magang di DPRKP ( dinas perumahanan rakyat dan Kawasan permukiman ) menjadi kelas nyata untuk memahami bagaimana ilmu membangun mulai dari perencanaan tata ruang, standar teknis bangunan, hingga aspek regulasi perumahan dan kawasan permukiman diterapkan dalam kerangka kerja institusi pemerintahan.
Bekerja di lingkungan dinas juga menuntut mereka memahami alur birokrasi, ketentuan teknis, dan kepentingan publik yang lebih luas sebagai dasar setiap keputusan desain.
Pengalaman ini memperluas wawasan keduanya bahwa merancang ruang milik negara berarti turut merancang sistem pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selama masa magang, keduanya terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan yang mendukung proses perencanaan dan penataan ruang di lingkungan DPRKP Kota Cilegon.
Aktivitas yang dilakukan meliputi survei dan pengukuran lapangan, observasi kondisi eksisting bangunan, penyusunan layout dan konsep desain, pembuatan model tiga dimensi (3D), visualisasi desain, hingga penyusunan gambar kerja.
Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam proses diskusi, koordinasi, dan evaluasi desain bersama pembimbing lapangan, sehingga memperoleh pemahaman mengenai alur kerja perencanaan fasilitas publik di instansi pemerintah.
Pihak DPRKP Kota Cilegon menyambut baik kehadiran mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak ini. Kolaborasi antara instansi pemerintah dan perguruan tinggi seni seperti ISI Surakarta dinilai membuka peluang pertukaran gagasan segar, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas ruang dan fasilitas public dalam lingkup pemerintahan di Kota Cilegon.
Program magang ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi instansi tempat mahasiswa ditempatkan, tetapi juga memperkaya pengalaman dan wawasan mahasiswa itu sendiri sebelum terjun ke dunia kerja profesional.
Melalui program seperti ini, sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintahan daerah diharapkan terus berlanjut demi pembangunan kota yang lebih baik.





Komentar