Proses perancangan interior tidak berhenti pada tahap menghasilkan gambar atau visualisasi tiga dimensi (3D). Di balik sebuah desain, terdapat proses komunikasi dengan klien, koordinasi lintas disiplin, hingga pengawasan pelaksanaan konstruksi agar setiap rancangan dapat diwujudkan sesuai dengan konsep yang telah direncanakan.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui Program Mahasiswa Berdampak di PT. Rombong Raharjo Anarawata.
Mahasiswa Program Studi Desain Interior ISI Surakarta, Ilman Na’fian Al-Farabi dan Dinda Alvina Yunanda, berkesempatan mengikuti proses revisi desain interior sekaligus quality control pembangunan konstruksi proyek hunian milik klien, Ibu Intan, pada Rabu, 15 Juli 2026, di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung di dunia industri yang mempertemukan proses desain, arsitektur, dan konstruksi dalam satu proyek nyata.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa berdiskusi secara langsung dengan klien untuk mengevaluasi hasil desain yang telah disusun.
Proses ini mengajarkan pentingnya menggali kebutuhan pengguna, menerima masukan secara profesional, serta menerjemahkan hasil diskusi menjadi solusi desain yang sesuai dengan fungsi ruang dan harapan klien.
Selain itu, mahasiswa turut mendampingi tim PT. Rombong Raharjo Anarawata dalam melakukan quality control pembangunan dengan membandingkan kondisi di lapangan terhadap model tiga dimensi (3D).
Pemeriksaan dilakukan pada penempatan sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), seperti instalasi listrik, pencahayaan, stop kontak, dan jalur perpipaan, untuk memastikan seluruh elemen telah sesuai dengan gambar kerja dan konsep desain yang telah dirancang.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memahami bahwa seorang desainer interior tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan desain yang menarik secara visual, tetapi juga harus mampu berkolaborasi dengan arsitek, pelaksana konstruksi, dan klien agar setiap keputusan desain dapat diterapkan secara tepat di lapangan.

Mahasiswa ISI Surakarta Belajar Langsung di Dunia Industri
Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diusung Program Mahasiswa Berdampak.
Kolaborasi antara ISI Surakarta dan PT. Rombong Raharjo Anarawata memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkuat kompetensi akademik, meningkatkan keterampilan profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang menuntut kolaborasi lintas disiplin dalam mewujudkan desain yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan.





Komentar