RAKYAT SIPIL, SUKABUMI – Di tengah pesatnya transformasi digital, organisasi semakin bergantung pada data untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan. Namun di balik berbagai layanan digital yang digunakan setiap hari, terdapat tantangan besar yang kerap luput dari perhatian, yaitu menjaga agar data tetap akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Software Engineer dan Senior Backend Developer Etrio Widodo, persoalan tersebut dikenal sebagai data correctness, sebuah konsep yang menjadi fondasi utama dalam pengembangan sistem enterprise.
“Orang sering melihat aplikasi hanya dari tampilannya. Padahal tantangan terbesar justru memastikan data yang diproses sistem tetap benar dari awal hingga akhir,” ujar Etrio Widodo saat diwawancarai.
Ia menjelaskan bahwa pada sistem enterprise, satu transaksi tidak hanya diproses oleh satu aplikasi. Sebuah permintaan dari pengguna dapat melewati berbagai komponen, mulai dari validasi aturan bisnis, layanan API, database, message queue, hingga proses otomatis di belakang layar.
Apabila salah satu proses tersebut menghasilkan data yang tidak sesuai, dampaknya dapat meluas ke berbagai layanan lain yang saling terhubung.
“Kesalahan data jauh lebih berbahaya dibanding aplikasi yang lambat. Pengguna mungkin masih bisa menunggu beberapa detik, tetapi mereka akan kehilangan kepercayaan ketika informasi yang diterima ternyata salah,” katanya.
Audit Trail Menjadi Kebutuhan
Selain memastikan data tetap akurat, Etrio menilai setiap sistem enterprise juga harus memiliki audit trail, yaitu mekanisme yang mencatat seluruh perubahan terhadap data.
Melalui audit trail, organisasi dapat mengetahui siapa yang melakukan perubahan, kapan perubahan dilakukan, serta bagaimana kondisi data sebelum dan sesudah diperbarui.
Menurutnya, fitur tersebut tidak hanya penting untuk kebutuhan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari tata kelola teknologi informasi yang baik.
“Ketika terjadi kesalahan, organisasi harus mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa audit trail, proses investigasi akan jauh lebih sulit dilakukan,” ujarnya.
Traceability Semakin Penting
Selain audit trail, kemampuan traceability juga dinilai menjadi kebutuhan utama dalam sistem modern.
Traceability memungkinkan setiap data ditelusuri asal-usulnya, proses yang dilalui, hingga bagaimana data tersebut akhirnya digunakan dalam laporan maupun pengambilan keputusan.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar organisasi kini menggunakan banyak aplikasi yang saling terintegrasi.
Dalam kondisi tersebut, konsistensi data menjadi tantangan tersendiri bagi tim pengembang.
AI Tidak Menggantikan Validasi Data
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) turut mengubah cara kerja software engineer. Meski demikian, Etrio menilai AI bukan solusi untuk menjamin kebenaran data.
Menurutnya, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas dalam pengembangan perangkat lunak, namun tetap tidak dapat menggantikan pemahaman terhadap proses bisnis maupun tanggung jawab engineer dalam melakukan validasi.
“AI bisa membantu menulis kode atau menganalisis log, tetapi keputusan apakah data itu benar tetap menjadi tanggung jawab engineer yang memahami proses bisnisnya,” jelasnya.
Fondasi Transformasi Digital
Di tengah meningkatnya kebutuhan digitalisasi di berbagai sektor, Etrio menilai keberhasilan sebuah sistem tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur yang dimiliki, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan terhadap data yang dihasilkannya.
Ia menyebut tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian setiap organisasi, yakni data correctness, audit trail, dan traceability.
“Teknologi yang baik bukan hanya mampu memproses data dengan cepat, tetapi juga mampu menjelaskan dari mana data berasal, bagaimana data berubah, dan mengapa hasil akhirnya dapat dipercaya,” tutup Etrio Widodo.





Komentar